INTERNASIONAL

Menlu AS: Aksi Provokasi China Atas Taiwan Riskan

Menlu AS: Aksi Provokasi China Atas Taiwan Riskan
Menteri Luar Negeri AS Anthony Blinken. /Dokumentasi Department of State/state.go

Jakarta, IDM - Menteri Luar Negeri AS Antony Blinken meminta Tiongkok menyetop pengerahan jet tempur mereka menuju Taiwan. Menurutnya, konflik ‘tak disengaja’ di udara dapat berujung bentrokan besar di antara kekuatan global.

“Kami sangat prihatin dengan aktivitas militer provokatif Tiongkok di dekat Taiwan,” kata Blinken di Paris, seperti dinukil dari Bloomberg dan The South China Morning Post Rabu (6/10/2021).

“Seperti yang telah kami katakan, aktivitas itu membuat situasi tidak stabil, berisiko salah perhitungan, dan berpotensi merusak perdamaian dan stabilitas regional.”

Pernyataan publik itu bertepatan dengan pertemuan pribadi antara penasihat keamanan nasional Gedung Putih Jake Sullivan dan anggota Politbiro Partai Komunis China Yang Jiechi, yang sekaligus menjabat direktur komisi urusan luar negeri Beijing.

Sepasang senator AS yang berpengaruh juga mengisyaratkan dukungan mereka untuk Taiwan, karena ‘atraksi’ kekuatan udara China secara masif telah memicu pertanyaan tentang apakah Beijing akan menyerang Taiwan dan menantang Amerika Serikat untuk campur tangan.

"Sullivan menyinggung berbagai ranah yang kami khawatirkan dengan tindakan Tiongkok, termasuk aksi-aksi yang berkaitan dengan hak asasi manusia, Xinjiang, Hong Kong, Laut China Selatan, dan Taiwan," Gedung Putih menggaris bawahi pasca pertemuan di Zurich.

Pertemuan Sullivan dan Yang digambarkan sebagai tindak lanjut dari panggilan telepon Presiden Joe Biden dengan Presiden China Xi Jinping bulan lalu. Namun, konteks yang dibahas menyangkut jumlah jet tempur China terbang ke zona identifikasi pertahanan udara Taiwan minggu ini.

Situasi tersebut disinyalir memperburuk kekhawatiran internasional tentang potensi konflik besar atas Taiwan, bahkan ketika para pemimpin Amerika mengisyaratkan bahwa mereka akan memobilisasi pasukan AS untuk berperang bersama Taiwan.

Pasukan China mengirim 38 pesawat tempur ke Taiwan dalam dua ‘serangan’ mendadak, bertepatan dengan peringatan berdirinya Republik Rakyat China, 1 Oktober. Serangan itu terus berlanjut dalam beberapa hari terakhir, ketika pejabat Taiwan mempersiapkan Hari Nasional mereka pada 10 Oktober. (Issa)

PERTAHANAN NASIONAL

Hankam

LIHAT SEMUA
Helikopter Mi 17V5

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD

TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).

INOVASI & ALUTSISTA

Teknologi

LIHAT SEMUA
Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.

VISUAL DISPATCH

In Frame

LIHAT SEMUA
ARSIP & SEJARAH

History

LIHAT SEMUA
Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.