Menhas AS dan Menhan Italia Bertemu Bahas Bilateral, NATO dan Kerja Sama Pertahanan

Jakarta, IDM - Menteri Pertahanan Amerika Serikat (AS), Lloyd Austin, menyambut Menteri Pertahanan Italia, Lorenzo Guerini, di Pentagon, (3/09/2021). Keduanya membahas masalah bilateral, NATO dan pentingnya kerja sama pertahanan timbal balik.
Dalam sambutannya, Austin mengatakan, ia berterima kasih atas dukungan Italia dalam evakuasi orang Amerika dan Afghanistan dari Kabul di tengah kekacauan untuk menarik pasukan Amerika keluar dari Afghanistan.
“Kami sangat bersyukur bahwa Italia menampung sementara pengungsi Afghanistan di Pangkalan Angkatan Laut Sigonella. Ini adalah bukti nilai kemitraan jangka panjang kita," kata Austin seperti dikutip dari voaindonesia.com.
Pada Kesempatan pertemuan itu, Lorenzo Guerini menyampaikan belasungkawa atas 13 tentara Amerika yang tewas dalam serangan bom bunuh diri di Bandara Internasional Hamid Karzai, Kabul, Afghanistan dan membahas kerjasama pertahanan.
"Kita memiliki banyak hal untuk dibicarakan ancaman yang berkembang, kerja sama di Afrika, kerja sama di Timur Tengah. Kita memiliki agenda yang penuh dengan isu-isu bersama," sambut Lorenzo Guerini. (wan/man)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.































































































