Menhan Prabowo Bertemu dengan Presiden Korsel Moon Jae-in

Seoul, IDM - Setelah diterima Menteri Pertahanan Korea Selatan Suh Wook, Menteri Pertahanan Prabowo Subianto bertemu dengan Presiden Korea Selatan Moon Jae-in di Istana Blue House.
Pertemuan tersebut membicarakan kerjasama pertahanan khususnya industri Pertahanan kedua negara, selain itu juga membahas dinamika pertahanan dikawasan.
Kunjungan Menteri Pertahanan Prabowo Subianto bersama Delegasi Kementerian Pertahanan RI ke Korea Selatan untuk menghadiri seremoni peluncuran prototipe jet tempur KFX pertama buatan Korea Selatan.

Indonesia sendiri awalnya menjanjikan untuk menanggung 20 persen dari biaya pengembangan pesawat tempur baru senilai 8,8 triliun won (US $ 7,9 miliar), tetapi telah berhenti melakukan pembayaran setelah menginvestasikan 227,2 miliar won dengan sekitar 600 miliar won terlambat disetorkan.
Kini perhatian tertuju pada kemungkinan kerja sama pertahanan antara kedua belah pihak akan kembali ke jalurnya seiring kunjungan Prabowo. Selain proyek jet tempur, Indonesia menandatangani kesepakatan dengan Korea Selatan pada 2019 untuk membeli tiga kapal selam, tetapi proyek tersebut juga belum menunjukkan kemajuan signifikan. (nhn/man)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.































































































