Memasuki Satu Tahun Perang, Rusia diperkirakan Kehilangan Separuh Tank Tempur

Jakarta, IDM – Rusia diperkirakan telah kehilangan hampir 50% tank tempur militer milik negara selama “operasi khusus,” sebutan Putin untuk invasi yang dilakukan di Ukraina. Sementara, saat ini Pasukan Rusia mengklaim akan semakin meningkatkan serangan di Kota-kota wilayah timur.
Dilansir dari Iiss.org, laman thinktank yang berbasis di London, Kamis (16/2), Rusia kemungkinan telah kehilangan 40% armada tanknya setelah Sembilan bulan bertempur. Perkiraan ini meningkat menjadi 50% untuk beberapa tank utama sehingga memaksa Rusia menggunakan tank tua stok ketika era perang dingin yang masih cukup banyak.
“Produksi industri (pertahanan) terus berlanjut tetaapi lambat, memaksa Moskow untuk mengandalkan senjata lama yang tersimpan sebagai pengganti kekurangan,” ujar Direktur jenderal IISS John Chipman.
Menurut penelitian ISS, armada tank tempur utama T-72B3 dan T-72B3M modern telah lenyap hingga 50%, begitupun dengan persediaan tank T-80BV/U yang lenyap dua pertiga. Kerugian yang dialami Rusia kehilangan setidaknya 1.700 tank utama. Sementara, Rusia diperkirakan masih memiliki sekitar 5.000 tank tersedia tetapi sebagian besar merupakan tank era soviet yang sudah tua dengan kualitas rendah.
Baca: NATO dan AS Tegaskan Dukungan Atas Ukraina
Lebih lanjut, perlawanan Angkatan Bersenjata Ukraina dinilai terbukti menjadi kunci yang membuat Rusia kehilangan banyak tank dan persenjataan militer. Ditambah lagi, dukungan tiada henti dari negara-negara barat juga menjadi faktor yang mempengaruhi pertahanan Ukraina. Sehingga, Zelensky diperkirakan hanya kehilangan antara 450 hingga 700 unit tank tempur, jauh lebih sedikit dari Rusia. Secara keseluruhan, perang telah menyoroti pentingnya stok senjata dan kapasitas industri pertahanan. Hal ini membuat banyak negara semakin meningkatkan anggaran pertahanan mereka. (bp)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.































































































