Memanas! Houthi Serang Arab Saudi, Lebih dari 70 Orang Terluka

Jakarta, IDM – Serangkaian serangan Houthi terhadap Arab Saudi melukai lebih dari 70 orang dan memicu kebakaran di sejumlah fasilitas minyak pada Selasa (8/9).
Serangan ini terjadi setelah ketegangan meningkat antara Houthi dan pasukan pemerintah Yaman yang didukung Arab Saudi selama beberapa minggu terakhir. Konfrontasi terbaru turut menandai rusaknya kesepakatan gencatan senjata yang disepakati pada 2020 guna menyelesaikan perang saudara di Yaman.
Baca Juga: Kecam Serangan Israel, Presiden Lebanon: Kejahatan yang Tak Dapat Dibenarkan
Juru bicara koalisi pimpinan Arab Saudi yang melawan Houthi, Turki al-Malki mengatakan bahwa fasilitas sipil dan ekonomi di beberapa kota Saudi menjadi target, seperti Jazan, Najran, Khamis Mushait, dan Abha. Sekitar 73 orang terluka tanpa rincian lebih lanjut.
"Koalisi akan mengambil semua langkah operasional yang diperlukan untuk mencegah tindakan milisi teroris ini dan menghadapi pendekatan bermusuhan mereka dengan tegas," ujar kata Turki al-Malki melansir Reuters.
Baca Juga: 800 Anak Tewas Akibat Serangan Israel di Lebanon
Sebelumnya, Financial Times melaporkan bahwa fasilitas minyak Aramco di Jazan kembali diserang sekitar sebulan setelah serangan serupa, yang menghentikan sebagian produksi di kilang minyak. Pihak terkait disebut masih menaksir dampak dan kerusakan yang dialami.
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.































































































