Mantan Agen CIA dan FBI Menjadi informan China

Washington,IDM-Mantan pejabat Badan Intelijen Pusat Amerika Serikat (Central Intelligence Agency/CIA) dan pegawai kontrak penerjemah untuk Biro Penyelidik Federal (Federal Bureau of Investigation/FBI) dituduh menjadi mata-mata China.
Menurut dokumen gugatan pidana yang diungkap pada Senin (17/8) di pengadilan federal Honolulu seperti dikutip VOA, tuduhan termasuk mengungkapkan rahasia perdagangan dan informasi tentang sumber-sumber kepada petugas intelijen. Alexander Yuk Ching Ma dituduh mengungkap rahasia pemerintah AS kepada petugas intelijen China di sebuah kamar hotel di Hong Kong dalam tiga hari pada Maret 2001, dan terus berhubungan dengan mereka setelah ia bekerja di FBI.
Ma didakwa di pengadilan federal di Honolulu. Ia tidak mempunyai pengacara yang terdaftar di catatan pengadilan. Ma dituduh bersekongkol mengumpulkan dan memberi informasi pertahanan nasional AS kepada negara asing. Ia ditangkap pekan lalu dalam operasi penjebakan baru-baru ini. Jaksa mengatakan Ma menerima uang tunai dari petugas penegak hukum yang menyamar dan mengungkapkan bahwa ia ingin membantu "tanah airnya". (MAN)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.































































































