Lebanon-Israel Berunding, akan Bentuk Zona Percontohan

Jakarta, IDM – Lebanon dan Israel telah berunding mengenai rencana untuk membentuk zona percontohan di Lebanon Selatan, wilayah yang diduduki Pasukan Bersenjata Israel (IDF).
Perundingan yang dimediasi oleh Amerika Serikat (AS) selama dua hari di Roma itu disebut berakhir dengan produktif dan positif. "Kami menyepakati struktur dan pedoman untuk proses zona percontohan, yang akan diselesaikan dan diimplementasikan dalam beberapa hari mendatang," kata otoritas AS yang mengetahui hal tersebut, melansir Al Jazeera, Kamis (16/7).
Berdasarkan kesepakatan kerangka kerja yang disepakati pada 26 Juni lalu, IDF akan menarik diri dari sebagian besar wilayah Lebanon Selatan. Hizbullah, militan yang didukung Iran, akan melucuti senjata.
Baca Juga: Komandan AS Tuduh Iran Targetkan Warga Sipil
Adapun, zona percontohan merupakan wilayah yang dilepas dari kendali IDF ke pasukan Lebanon. Namun, belum diketahui secara spesifik lokasi zona tersebut.
Usai perundingan terbaru, prosesnya akan berlanjut ke fase teknis untuk mengimplementasikan kerangka kerja dan mencapai kesepakatan komprehensif antara kedua negara.
Direktur Kebijakan di think tank Badil: The Alternative Policy Institute, Sami Halabi menilai bahwa inisiatif zona percontohan akan menguji kesediaan IDF untuk menarik diri dari Lebanon, pengaruh AS terhadap Israel, serta kemampuan pasukan Lebanon untuk membangun kembali kehadiran mereka.
Baca Juga: IRGC Ancam Putus Jalur Ekspor Energi dari Timur Tengah
“Kita berada pada titik di mana Lebanon beralih dari menjalankan kedaulatannya ke menguji kedaulatannya melalui zona percontohan ini,” katanya.
Tercapainya kesepakatan dan berlanjutnya jalur diplomatik telah menekan eskalasi konflik. Namun, Halabi memeringatkan pencapaian ini dapat runtuh kapan saja.
“Skenario terbaik adalah dimulainya proses yang terstruktur dan kredibel. Kita berada pada momen yang sangat penting dan sensitif, dan kesalahan langkah sekecil apa pun dapat membawa kita pada konflik besar-besaran," pungkasnya.
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.































































































