Latihan Pacific Angel 22-2 Dilakukan Untuk Memperkuat Persatuan Multilateral

Jakarta, IDM - Latihan Pacific Angel 22-2 yang melibatkan 6 negara dilakukan untuk mendorong kerja sama dan interopabilitas dalam skenario operasi bantuan bencana dan bantuan kemanusiaan. Pertukaran materi juga diharapkan dapat membangun persatuan multilateral.
Dilansir dari PACOM, Kamis (25/8), Direktur Pacific Angel 22 Amerika Serikat Letnan Kolonel Skye Nakayama mengatakan bahwa “latihan ini bertujuan untuk membangun hubungan dengan mitra kami di Pasifik.”
Pacific Angel 22-2 dilakukan di Malaysia pada 15 sampai 19 Agustus yang melibatkan 370 peserta dari AS, Malaysia, Australia, Mongolia, Indonesia, dan Filipina. Para ahli di bidang penegakan hukum, medis, dan militer dari masing-masing negara saling berbagi pengetahuan di Pangkalan Udara Subang dan Kuantan. Terjun bebas dari C-130J Super Hercules pun dilakukan oleh Anggota Pacific Angel 22-2 sebagai bagian dari latihan pencarian, penyelamatan, dan evakuasi korban bencana.
Kolaborasi antara satu sama lain adalah kunci utama dalam latihan ini, terutama dalam penanganan dampak yang ditimbulkan dari suatu bencana. “Kami menyadari kepentingan bersama baik sebagai negara maupun militer untuk memajukan keamanan di kawasan yang paling vital ini. Saya sangat menghargai kontribusi negara yang terlibat dalam latihan multilateral di waktu yang sangat sensitif dalam sejarah.” Ujar Asisten Garda Nasional Udara untuk Komandan Angkatan Udara Pacific, dilansir PACOM, Kamis (25/8). (bp)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.































































































