INTERNASIONAL

Latihan Militer Gabungan 'African Lion' AS-Maroko Kembali Digelar

Latihan Militer Gabungan 'African Lion' AS-Maroko Kembali Digelar
Latihan militer gabungan AS-Maroko kembali digelar (The Defence Post/AFP)

Jakarta, IDM - Amerika Serikat (AS) dan Maroko sejak Senin (20/6), menggelar latihan militer gabungan "African Lion" di tengah meningkatnya ketegangan antara Afrika Utara dan negara tetangga, Aljazair.

Dikutip dari The Defence Post, Selasa (21/6), latihan tersebut dimulai di wilayah Agadir, Maroko Selatan, dan berlangsung hingga akhir bulan, melibatkan sekitar 7.500 personel dari sepuluh negara, di antaranya Brasil, Prancis, dan Inggris yang akan mencakup pengamat dari NATO dan untuk pertama kalinya, pejabat dari Israel.

Komando Afrika AS dalam sebuah pernyataannya, mengungkapkan beberapa manuver dalam latihan "African Lion" akan dilakukan di Tunisia, Senegal, dan Ghana.

"Latihan tersebut mendukung interoperabilitas di antara negara-negara mitra serta mendukung kesiapan strategis militer AS untuk menanggapi krisis dan kemungkinan di Afrika dan di seluruh dunia," ujarnya.

Komandan Militer Kedua Maroko, Jenderal Belkhir El Farouk, mengatakan kerajaan di negaranya tersebut perlu mengatasi “tantangan keamanan.” Kerajaan Maroko akan menjadi tuan rumah fase latihan darat, laut, dan udara, pendaratan pasukan terjun payung, dan latihan respons senjata pemusnah massal.

"Sebagian besar akan berlangsung di Kenitra, dekat Rabat, tetapi yang lain akan lebih dekat ke selatan dekat perbatasan Aljazair," ucap Belkhir.

Sebelumnya, terjadi ketegangan yang meningkat di Sahara Barat sejak Presiden AS Donald Trump mengakui kedaulatan Maroko atas wilayah itu pada 2020 lalu sebagai imbalan untuk Rabat yang membangun kembali hubungan dengan Israel.

Kemudian, Aljazair menanggapi beberapa bulan setelahnya dan memutuskan hubungan dengan Maroko, atas dasar "tindakan bermusuhan" dan mengecam kerja sama keamanan tetangganya dengan "entitas Zionis" (Israel). (at)

PERTAHANAN NASIONAL

Hankam

LIHAT SEMUA
Helikopter Mi 17V5

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD

TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).

INOVASI & ALUTSISTA

Teknologi

LIHAT SEMUA
Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.

VISUAL DISPATCH

In Frame

LIHAT SEMUA
ARSIP & SEJARAH

History

LIHAT SEMUA
Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.