Kursi Delegasi Indonesia Kosong saat Netanyahu Berpidato, Komisi I DPR: Pesan Tegas untuk Israel

Jakarta, IDM – Kursi delegasi Indonesia mendadak kosong ketika Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu bersiap naik ke podium Sidang ke-81 Majelis Umum PBB di New York, Kamis (24/9) waktu setempat.
Delegasi Indonesia memilih meninggalkan ruang sidang dalam aksi walk out bersama sejumlah delegasi negara lainnya.
Rekaman PTRI New York menunjukkan para diplomat Indonesia berdiri dan meninggalkan tempat duduk ketika Netanyahu dipersilakan menuju mimbar.
Aksi tersebut mendapat apresiasi dari Anggota Komisi I DPR RI Fraksi PKB Syamsu Rizal. Ia memandang keputusan delegasi Indonesia sebagai pesan diplomatik yang menegaskan posisi Jakarta terhadap konflik Palestina-Israel.
Baca Juga: TNI Ungkap 452 Kasus Pertanahan, 44.677 Hektare Aset Tanah Berpotensi Picu Konflik Agraria
“Saya bangga dengan sikap delegasi Indonesia yang melakukan walk out saat Benjamin Netanyahu hendak berpidato. Sikap ini sudah sangat tepat dan menunjukkan bahwa Indonesia konsisten memperjuangkan kemerdekaan Palestina serta menolak berbagai tindakan yang merugikan rakyat Palestina,” kata Deng Ical.
Menurutnya, aksi tersebut memiliki makna lebih dari sekadar meninggalkan ruang persidangan. Walk out menjadi bentuk ekspresi politik terhadap situasi kemanusiaan di Gaza yang hingga kini masih menjadi perhatian utama masyarakat internasional.
“Walk out ini adalah bentuk protes dan kecaman terhadap genosida Israel terhadap Palestina, khususnya masyarakat Gaza. Dunia tidak boleh diam terhadap penderitaan rakyat Palestina,” tegasnya.
Aksi delegasi Indonesia berlangsung ketika sejumlah negara lain juga meninggalkan ruang sidang.
Mengutip Reuters, puluhan delegasi melakukan aksi serupa saat Netanyahu mulai menyampaikan pidatonya.
Dalam pidatonya, Netanyahu mempertahankan kebijakan Israel terkait perang di Gaza dan menolak tuduhan genosida.
Ia juga menyampaikan kritik terhadap sejumlah negara dan tokoh yang mengecam kebijakan Israel.
Deng Ical menilai perkembangan ini memperlihatkan pentingnya penguatan mekanisme internasional untuk memastikan hukum humaniter tetap dihormati dalam konflik bersenjata.
Baca Juga: Komisi I DPR Dorong Pemerintah Perkuat Perlindungan PMI Nenah Arsinah di UEA
“Semakin banyak negara harus berani mengecam dan mengambil langkah sesuai hukum internasional terhadap tindakan yang dilakukan Israel. Jangan sampai hukum internasional hanya menjadi aturan di atas kertas,” ujarnya.
Ia juga meminta Indonesia mempertahankan peran aktif dalam diplomasi internasional untuk mendorong penghentian kekerasan, perlindungan warga sipil, akses bantuan kemanusiaan, serta penyelesaian konflik yang menjamin hak rakyat Palestina.
“Negara-negara di dunia harus semakin banyak mendukung kemerdekaan Palestina. Pemerintah Indonesia juga harus terus konsisten mendukung perjuangan kemerdekaan Palestina. Bagi Indonesia, kemerdekaan Palestina adalah harga mati dan tidak bisa ditawar,” pungkasnya.
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.































































































