KSAU Kunjungi Skadron A-330 MRTT Singapura

Singapura (IDM) - Pada hari pertama lawatannya ke Singapura, Kepala Staf Angkatan Udara (KSAU) Marsekal TNI Fadjar Prasetyo meninjau pesawat A-330 Multi-Role Tanker Transport (MRTT) di Skadron 112, Changi Air Base, Singapura, Senin (3/1/2022).

Fadjar yang didampingi beberapa pejabat tinggi TNI AU berkesempatan untuk melihat static display pesawat A-330 MRTT. Orang nomor satu di Angkatan Udara ini juga masuk ke dalam kabin A-330 MRTT dan mendapatkan penjelasan dari Komandan Skadron 112 tentang kemampuan dan peran pesawat A-330 MRTT RSAF dalam berbagai misi kemanusiaan dan latihan bersama negara sahabat.

Dijelaskan Danskadron 112, pesawat A-330 MRTT memperkuat RSAF sejak 2018 dan beroperasi penuh pada 2021. Beberapa misi multiperan yang sudah dilaksanakan meliputi pengisian bahan bakar di udara pesawat tempur F-16 D/D+ dan F-15 SG, angkut personel, angkut cargo, evakuasi medis dan terakhir melaksanakan misi kemanusiaan dengan melaksanakan misi evakuasi di Afghanistan.

Fadjar menyampaikan ucapan terimakasih atas kesempatan dan penjelasan tentang pesawat A-330 MRTT. Dirinya juga mengapresiasi peran serta A-330 Skadron 112 dalam berbagai misi kemanusiaan. (nhn)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.































































































