INTERNASIONAL

Korut Tuntut AS dan Korsel Hentikan Latma Militer

Rudal Balistik
Uji Coba Peluncuran Rudal Balistik Antarbenua Korut (Dok. KCNA)

Jakarta, IDM - Korea Utara (Korut) menuntut Amerika Serikat (AS) dan Korea Selatan (Korsel) untuk menghentikan latihan bersama (latma) militer, Senin (31/10). Korut menyebut latma tersebut sebagai provokasi yang dapat memancing tindakan lebih kuat dari Korut.

Dilansir dari KCNA media resmi Korut, Senin (31/10), Kementrian Luar Negeri Korut mengatakan bahwa “Situasi di Semenanjung Korea dan area di sekitarnya telah memasuki fase konfrontasi kekuatan untuk kekuatan serius, lagi-lagi karena langkah militer yang ceroboh dan tak henti-hentinya dari AS dan Korsel.”

Berdasarkan laporan tersebut juga ditegaskan bahwa “Korut siap mengambil semua tindakan yang diperlukan untuk mempertahankan kedaulatan, keamanan rakyat, dan keutuhan wilayahnya dari ancaman militer luar. Jika AS terus-menerus melakukan provokasi militer yang serius, Korut akan mempertimbangkan langkah-langkah tindak lanjut yang lebih kuat.”

AS dan telah memperat kerjasama pertahanan dengan melakukan beberapa latma militer sejak bulan September. Latma terbarunya adalah Vigilant Storm yang melibatkan sekitar 240 jet tempur dan akan digelar hingga Jumat (4/11).

Korut menganggap latihan gabungan AS dan Korsel sebagai intervensi asing yang mengancam keamanan di wilayah Semenanjung Korea. Meskipun AS telah meminta Korut untuk melakukan pembicaraan damai mengenai program nuklirnya, Korut justru mengklaim bahwa beberapa uji coba rudal yang mereka lakukan merupakan upaya pencegahan sekaligus peringatan akan kesiapan militer Korut menghadapi ancaman.

Baca: AS dan Korsel Gelar Latihan Vigilant Storm, Melibatkan 240 Jet Tempur

Juru bicara Kementerian Luar Negeri AS Ned Price meminta kembali Korut agar melakuan pembicaraan mengenai proposal denuklirisasi di Semenanjung Korea. Dilansir dari US Department of State, Senin (31/10), Ned Price mengatakan bahwa “Denuklirisasi di Semenanjung Korea telah menjadi tujuan kami sejak kesimpulan dari tinjauan kebijakan Korut kami tahun lalu. Kami ingin Korut terlibat dalam dialog yang serius dan substansial mengenai hal ini.” (bp)

PERTAHANAN NASIONAL

Hankam

LIHAT SEMUA
Helikopter Mi 17V5

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD

TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).

INOVASI & ALUTSISTA

Teknologi

LIHAT SEMUA
Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.

VISUAL DISPATCH

In Frame

LIHAT SEMUA
ARSIP & SEJARAH

History

LIHAT SEMUA
Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.