INTERNASIONAL

Korut Tepis Harapan Korsel untuk Perbaiki Hubungan Bilateral

Kim Yo Jong
Kim Yo Jong, adik Presiden Kim Jong Un sekaligus pejabat penting Korut. (Foto: Dok. Kcna)

Jakarta, IDM – Kim Yo Jong, adik Presiden Kim Jong Un sekaligus pejabat penting Korut, membantah klaim Korea Selatan (Korsel) bahwa Pyongyang membuka ruang untuk lebih banyak "komunikasi" setelah insiden infiltrasi drone.

Kim, yang merupakan pejabat penting Partai Buruh yang berkuasa di Korut, mengatakan bahwa Korsel telah melakukan "provokasi serius dengan melanggar kedaulatan" karena drone milik Korsel melanggar ruang udara Korut.

Baca Juga: Jepang dan Korsel Sepakat Perkuat Hubungan Bilateral

"Sejauh menyangkut berbagai mimpi liar Seoul yang penuh harapan yang disebut perbaikan hubungan, semuanya tidak akan pernah terwujud," katanya melansir KCNA, Rabu (14/1).

Korut pertama kali melaporkan infiltrasi drone itu pada pekan lalu, dan menerbitkan foto-foto drone Korsel yang hancur karena telah ditembak jatuh di dekat perbatasan.

Menanggapi pernyataan itu, Korsel meluncurkan penyelidikan dan menyatakan bahwa pasukan militernya tidak menggunakan model drone yang terlihat dalam foto-foto tersebut. Drone kemungkinan diluncurkan oleh warga sipil Korsel.

Presiden Korsel Lee Jae Myung menggambarkan insiden itu sebagai "kejahatan serius yang mengancam perdamaian di Semenanjung Korea dan keamanan nasional".

Baca Juga: Sekjen NATO: Sekutu Susun Langkah Jaga Keamanan Arktik

Kemudian, Kim mengeluarkan pernyataan keesokan harinya menuntut penjelasan terperinci dari Korsel, tetapi juga mengakui bahwa militer Korsel "tidak memiliki niat untuk memprovokasi atau mengganggu kami".

Kementerian Unifikasi Korsel menafsirkan pesan itu sebagai tanda bahwa Korut terbuka untuk lebih banyak komunikasi. Namun, Kim lantas menepis Kementerian Unifikasi Korsel dan menyebut harapan adanya detente atau komunikasi yang lebih baik adalah "harapan yang keliru". (bp)

PERTAHANAN NASIONAL

Hankam

LIHAT SEMUA
Helikopter Mi 17V5

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD

TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).

INOVASI & ALUTSISTA

Teknologi

LIHAT SEMUA
Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.

VISUAL DISPATCH

In Frame

LIHAT SEMUA
ARSIP & SEJARAH

History

LIHAT SEMUA
Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.