INTERNASIONAL

Korut Tembak 130 Peluru Artileri ke Lepas Pantai

Presiden Korut Kim Jong UN
Presiden Korut Kim Jong UN (Dok. Kcna.kp)

Jakarta, IDM - Korea Utara (Korut) menembakkan sekitar 130 peluru artileri ke arah lepas pantai sebelah timur dan barat wilayahnya, Senin (5/12). Langkah ini dilakukan setelah mendeteksi bahwa Korsel menggelar latihan militer di area perbatasan.

Militer Korut mengatakan penembakan itu adalah peringatan terhadap latihan artileri Korsel yang sedang berlangsung di dekat kota perbatasan Cheorwon. Korut juga menyalahkan Korsel atas memburuknya ketegangan di daerah garis depan.

“Korut akan menanggapi dengan tegas dan dengan tindakan militer yang luar biasa terhadap setiap provokasi. Tentara Korut mengawasi musuh dan bersiap untuk serangan balik di front timur dan barat dengan menembakkan lebih dari 130 proyektil sebagai peringatan tit for tat. Kami dengan tegas memperingatkan musuh untuk tidak menimbulkan eskalasi ketegangan yang tidak perlu di sepanjang garis depan,” ujar Juru Bicara Staf Umum Tentara Korut dilansir Kcna.kp.

Latihan militer yang dilakukan Korsel ini merupakan latihan menembak bersama Amerika Serikat (AS) di dekat perbatasan Cheorwon. Korsel mengatakan beberapa artileri yang ditembak Korut mendarat di zona penyangga (buffer zone). Hal ini telah melanggar perjanjian antar-Korea yang disepakati untuk mengurangi ketegangan di perbatasan pada 19 September 2018.

Baca: Netanyahu Kembali Berkuasa, Blinken Tegaskan Dukungan Solusi Israel-Palestina

“Penembakan artileri ke zona penyangga maritim timur dan barat jelas merupakan pelanggaran terhadap kesepakatan militer 19 September dan kami sangat mendesak Korut untuk segera menghentikannya,” ujar Kepala Staf Gabungan Korsel dilansir Yonhap.

Perjanjian Militer Komprehensif antar-Korea 2018 adalah kesepakatan yang dihasilkan dari upaya diplomasi antara pemimpin Korut Kim Jong-un dan Presiden Korsel saat itu Moon Jae-in. (bp)

PERTAHANAN NASIONAL

Hankam

LIHAT SEMUA
Helikopter Mi 17V5

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD

TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).

INOVASI & ALUTSISTA

Teknologi

LIHAT SEMUA
Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.

VISUAL DISPATCH

In Frame

LIHAT SEMUA
ARSIP & SEJARAH

History

LIHAT SEMUA
Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.