Korsel Indentifikasi Puing Rudal Korut Sebagai ‘SA-5’

Jakarta, IDM - Korea Selatan (Korsel) mengklaim bahwa pihaknya telah mengambil dan menganalisis puing-puing dari rudal yang ditembakkan Korea Utara (Korut) melintasi perbatasan maritim kedua negara selama serangan rudal beberapa pekan ini, Rabu (9/11). Puing tersebut diidentifikasi sebagai rudal darat ke udara SA-5.
Dilansir dari AP, Rabu (9/11), Kementrian Pertahanan Korsel melaporkan bahwa pihaknya berhasil menganalisis serpihan puing dari rudal Korut yang terbang melewati Garis Batas Utara atau North Limit Line, sebuah batas maritim antara kedua negara. Korsel mengklaim bahwa serpihan tersebut merupakan salah satu dari 20 rudal yang diluncurkan Korut pada pekan lalu.
Serpihan rudal ini berukuran tiga meter dan ditemukan di sekitar Perairan Garis Batas Utara sedalam 1.500 hingga 2.000 meter. Rudal balistik jarak pendek SA-5 atau juga dikenal sebagai S-200 dibuat di era Uni Soviet pada tahun 1960-an, merupakan rudal darat ke udara yang mampu meluncur hingga ketinggian sekitar 40 km dengan jangkauan jarak maksimal 300 km.
Baca: Korut Bantah Klaim AS Tentang Pasok Senjata ke Rusia
Korsel mengecam penembakan rudal SA-5 Korut sebagai pelanggaran terhadap perjanjian antar-Korea yang disepakati untuk menekan konflik perbatasan pada September 2018. Korsel menegaskan bahwa provokasi Korut tidak akan dibiarkan karena telah menimbulkan ancaman bagi keselamatan warganya. (bp)
Hankam

Deretan Senjata Tempur Denjaka untuk Operasi Khusus Aspek Laut
Di balik nama Detasemen Jalamangkara (Denjaka), tersimpan daya gempur yang ditopang oleh persenjataan lintas platform. Satuan elite penanggulangan teror aspek laut TNI AL ini mengandalkan beragam senapan dan pistol khusus dari berbagai negara untuk menuntaskan misi di tri-matra.
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.































































































