Komisi I DPR Setujui Jenderal TNI Andika Perkasa Sebagai Panglima TNI Baru

Jakarta, IDM – Setelah menggelar uji kelayakan dan kepatutan terhadap calon Panglima TNI Jenderal TNI Andika Perkasa pada Sabtu (06/11), Ketua Komisi I DPR Meutya Hafid menyatakan pihaknya memberikan persetujuan kepada pengangkatan Andika Perkasa sebagai Panglima TNI.
“Memberikan persetujuan terhadap pengangkatan calon Panglima TNI Andika Perkasa sebagai Panglima TNI,” ujar Meutya di Gedung DPR.
Selanjutnya, Komisi I akan membawa hasil fit and proper test ke rapat paripurna pada Senin (08/11) mendatang. Jika disetujui, maka akan dikembalikan ke Presiden Joko Widodo untuk melantik Andika.
Jenderal TNI Andika Perkasa pun mengucapkan terima kasih kepada Komisi I.
“Saya mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Komisi I DPR yang sudah menyetujui,” ujar Andika.
Adapun visi yang diusung Jenderal TNI Andika Perkasa yakni “TNI Adalah Kita”. Ia mengatakan, dengan visi tersebut dirinya ingin TNI dipandang sebagai bagian dari masyarakat Indonesia maupun internasional. (nhn)
Hankam

Pengerahan 20 Ribu Prajurit TNI AL ke Jakarta: Siaga Ibu Kota dan Latihan di Tanjung Burung
TNI AL mengerahkan sebanyak 20.980 prajurit ke wilayah DKI Jakarta dan daerah penyangga. Pengerahan skala besar ini berfungsi untuk mempertebal pengamanan objek vital sekaligus mempersiapkan rangkaian latihan pendaratan amfibi.
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.































































































