Kemitraan Strategis Jadi Tonggak Hubungan Turki-Inggris

Jakarta, IDM - Menteri Pertahanan Turki Hulusi Akar dalam pertemuannya dengan Menteri Pertahanan Inggris Ben Wallace, Kamis (23/6), mengatakan hubungan antara Turki dan Inggris terus berlanjut di setiap bidang berdasarkan kemitraan strategis.
Dikutuip dari Anadolu Agency, Jumat (24/6), dalam pembicaraan tingkat delegasi kedua negara tersebut, Akar menekankan percepatan kerja sama di industri pertahanan dengan pencabutan pembatasan izin ekspor, dan kesepakatan kelanjutan kegiatan kerja sama pelatihan militer.
Selain itu, baik Akar maupun Wallace, turut membicarakan kerja sama memerangi terorisme, khususnya kelompok PKK/YPG, Daesh/ISIS, dan Organisasi Teroris Fetullah (FETO).
Kedua pejabat negara itu juga membahas perkembangan terakhir di Ukraina. Akar mengatakan, Ukraina harus segera mengumumkan gencatan senjata untuk membangun kembali perdamaian dan stabilitas di kawasan dengan dukungan kemerdekaan, integritas teritorial, dan kedaulatan negara yang dilanda perang.
Sebelumnya diberitakan, Akar dan Wallace bertemu pada Kamis (15/6) lalu di Brussel selama pertemuan Menteri Pertahanan NATO dan pertemuan tripartit yang diadakan dengan partisipasi Menteri Pertahanan Ukraina Oleksii Reznikov. (at)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.































































































