INTERNASIONAL

Kecewa Terhadap Rezim Kim Jong Un, Diplomat Senior Korut Membelot ke Korsel

Presiden Korut Kim Jong Un
Presiden Korut Kim Jong Un (Foto: Dok. Kcna.kp)

Jakarta, IDM – Seorang diplomat senior Korea Utara (Korut) yang ditugaskan di Kuba telah membelot bersama keluarganya ke Korea Selatan (Korsel) pada awal November tahun lalu.

Dilansir dari Reuters, Selasa (16/7), Badan Intelijen Nasional Korsel (The National Intelligence Service/NIS) mengatakan diplomat tersebut dikenal sebagai Ri Il-gyu (52), yang pernah menjabat sebagai Penasihat Urusan Politik di Kedutaan Besar Korut di Kuba, tanpa menjelaskan lebih lanjut.

Sementara, berdasarkan wawancara media lokal Korsel, Chosun Ilbo, Ri mengaku telah bertugas selama sembilan tahun di Kuba semenjak bekerja untuk Kementerian Luar Negeri (Kemlu) Korut pada tahun 1999.

Baca Juga: Presiden Ukraina Ingin Perwakilan Rusia Hadir dalam KTT Perdamaian Kedua

Ri mengungkapkan alasannya membelot adalah "kecewa terhadap rezim Korut dan masa depan yang suram". Ia pun merasa adanya ketidakadilan ketika evaluasi kerja.

“Saya membeli tiket pesawat dan menelepon istri dan anak saya untuk memberi tahu mereka tentang keputusan saya, enam jam sebelum pembelotan. Saya tidak menyebut ke Korsel, tapi hanya mengatakan, ayo tinggal di luar negeri,” ujarnya.

Ri diyakini merupakan diplomat Korut berpangkat tertinggi yang melarikan diri ke Korsel sejak tahun 2016. Sosok terakhir yang membelot ke Korsel adalah Tae Yong-ho, seorang mantan Wakil Duta Besar Korut untuk Inggris.

Baca Juga: Zelensky: Ukraina Butuh 25 Sistem Patriot dan Lebih Banyak Pesawat Tempur F-16

Usai membelot ke Korsel, Tae berhasil menjabat sebagai anggota parlemen pada tahun 2020-2024. Ia menilai Ri sebagai 'pakar Kuba' yang mengumpulkan banyak dokumen tentang isu-isu Amerika Latin yang dilaporkan kepada pemimpin Korut.

“Saya berharap kami, mantan diplomat Korut, bekerja sama untuk reunifikasi guna mewujudkan impian para pejabat dan penduduk Korut agar anak-anak mereka dapat hidup bebas di Republik Korea,” kata Tae melansir Yonhap. (bp)

PERTAHANAN NASIONAL

Hankam

LIHAT SEMUA
Helikopter Mi 17V5

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD

TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).

INOVASI & ALUTSISTA

Teknologi

LIHAT SEMUA
Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.

VISUAL DISPATCH

In Frame

LIHAT SEMUA
ARSIP & SEJARAH

History

LIHAT SEMUA
Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.