Kecam Genosida Israel, PM Qatar Anggap Netanyahu Penjahat Perang

Jakarta, IDM – Perdana Menteri Qatar, Sheikh Mohammed bin Abdulrahman bin Jassim Al Thani, mengecam genosida Israel terhadap Gaza. Menurutnya, Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu merupakan penjahat perang.
Sheikh Mohammed, yang juga menjabat sebagai Menteri Luar Negeri Qatar, menyampaikan hal itu dalam wawancara dengan jurnalis Inggris Piers Morgan, saat ditanya mengenai apakah Netanyahu penjahat perang karena genosida di Jalur Gaza.
"Tentu saja, apa yang dilakukan di Gaza adalah kejahatan perang dan siapa pun yang bertanggung jawab atas hal ini adalah penjahat perang," ujarnya, melansir platform YouTube @PiersMorganUncensored, Rabu (30/9).
Baca Juga: Iran Ancam Serang Infrastruktur Negara Teluk, Qatar Lontarkan Kecaman
Lebih lanjut, ia juga mengkritik pelanggaran Israel terhadap gencatan senjata dengan Hamas yang mulai berlaku pada Oktober 2025. Sejak kesepakatan itu, Israel dilaporkan terus melakukan serangan dan lebih dari 1.400 warga Palestina di Jalur Gaza tewas.
"Semakin banyak wilayah yang diduduki, hampir 70 persen wilayah Jalur Gaza telah diduduki dan aksesnya tidak diizinkan oleh pasukan Israel. Mereka tidak memenuhi komitmen dalam kesepakatan ini. Hal ini justru menunjukkan bahwa mereka memiliki niat yang berbeda," ujarnya.
Ia menuturkan, upaya Qatar untuk menengahi gencatan senjata telah berulang kali digagalkan oleh Israel sejak hari pertama perang.
"Kami datang langsung ke para pejabat Israel dan memberi tahu mereka bahwa kami memiliki kesepakatan untuk membebaskan semua sandera sipil, agar memberikan kesempatan gencatan senjata untuk mengeluarkan semua orang," katanya.
Baca Juga: Presiden Ukraina Klaim 10.000 Tentara Korut akan Dikirim ke Rusia
"Dan mereka bahkan menolak untuk mempertimbangkan gagasan itu. Itu menunjukkan apa kepentingan mereka, apakah menyelamatkan rakyat mereka atau terus berlanjut," tambahnya.
Ia juga mengecam serangan Israel terhadap Ibu Kota Doha pada 2025, yang menargetkan para pejabat senior Hamas untuk melakukan negosiasi berdasarkan proposal yang didorong oleh Presiden AS Donald Trump. Ia menilai Netanyahu telah melampaui batas.
"Diserang oleh Israel saat kami sedang melakukan mediasi dan berupaya mendorong usulan Trump kala itu di Doha tidak dapat diterima dan patut dikecam. Ini menciptakan preseden berupa serangan terhadap pihak penengah, sesuatu yang belum pernah terjadi sepanjang sejarah peperangan. Netanyahu telah melampaui batas, seperti halnya ia melampaui batas-batas lain sebelumnya," tegasnya.
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.































































































