Kapal Tanker Diserang Tiga Proyektil Tak Dikenal Saat Melintasi Hormuz

Jakarta, IDM – UK Maritime Trade Operations (UKMTO), badan yang mengoordinasikan informasi guna menjaga keselamatan kapal komersial dari berbagai ancaman saat berlayar, menyatakan bahwa sebuah kapal tanker telah dihantam oleh tiga proyektil tak dikenal saat sedang keluar dari Selat Hormuz.
Baca Juga: Rusia Ungkap Syarat Pertemuan Trilateral dengan Presiden Ukraina-AS
Melalui platform X @UK_MTO, Selasa (1/9), UKMTO mengungkapkan insiden itu terjadi sekitar 17 mil laut (31 kilometer) di sebelah timur Khasab, Oman. Kapal diserang saat berlayar keluar Selat Hormuz melalui koridor lepas pantai Oman. Tidak ada laporan mengenai korban jiwa maupun dampak terhadap lingkungan sekitarnya.
Pihak berwenang disebut tengah menyelidiki insiden tersebut. "Kapal-kapal diimbau untuk melintas dengan hati-hati dan melaporkan setiap aktivitas mencurigakan kepada UKMTO," katanya.
Baca Juga: Ukraina Ungkap 8 WNI jadi Tentara Rusia, Ini Respons Kemlu
Serangan ini terjadi di tengah konflik yang kembali memanas setelah Iran membalas serangan AS dengan menyerang dua pangkalan militer di Yordania. Menurut Komando Pusat AS (Central Command/CENTCOM), serangan terbaru merupakan "tindakan terbatas dan presisi terhadap pasukan penebar ranjau IRGC yang menimbulkan ancaman nyata dan mendesak di Selat Hormuz." (bp)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.































































































