Jepang dan Korsel Sepakat Perkuat Hubungan Bilateral

Jakarta, IDM – Jepang dan Korea Selatan (Korsel) sepakat untuk mempererat kerja sama keamanan dan ekonomi guna mengatasi meningkatnya ketegangan di Asia Timur. Hal itu diungkapkan oleh Perdana Menteri Jepang Sanae Takaichi dan Presiden Korsel Lee Jae Myung saat pertemuan beberapa waktu lalu.
Melansir CNA, Rabu (14/1), dalam pertemuan itu keduanya membahas rantai pasokan industri, kecerdasan buatan, denuklirisasi Semenanjung Korea, dan kerja sama dengan sekutu bersama, Amerika Serikat (AS).
Baca Juga: Sekjen NATO: Sekutu Susun Langkah Jaga Keamanan Arktik
"Pentingnya hubungan Jepang-Korsel, serta kerja sama antara Jepang, Korsel, dan AS, terus meningkat," kata Takaichi.
Sementara, Lee mengatakan para pemimpin juga akan meningkatkan kerja sama untuk memerangi penipuan berbasis daring yang menargetkan banyak korban lintas batas negara.
Adapun, keduanya berbincang seminggu setelah Lee bertemu dengan Presiden Cina Xi Jinping, di tengah hubungan yang tegang antara Jepang dan Cina. Ketegangan itu terjadi karena Takaichi menyatakan Jepang dapat mengerahkan pasukan jika Cina menyerang Taiwan dan menimbulkan ancaman eksistensial.
Sebelumnya, Lee mengaku tidak akan memihak dalam perselisihan Jepang dengan Cina, meskipun ia tak ingin ada kebuntuan diplomatik guna menjaga perdamaian regional.
Baca Juga: 4 WNI Diculik Bajak Laut, Ini Penjelasan Kemlu
"Lingkungan internasional dan tatanan perdagangan saat ini sangat bergejolak. Merupakan tugas mendesak saat ini untuk memperdalam hubungan bilateral," ujar Lee.
Keinginan Jepang dan Korsel untuk mempererat hubungan bilateral dapat menjadi era baru. Secara historis hubungan keduanya renggang karena perlakuan masa lalu pemerintahan kolonial Jepang di Semenanjung Korea, termasuk terhadap perempuan Korea yang dipaksa bekerja di rumah bordil militer. (bp)
Hankam

TNI AD Siagakan Pasukan di Jakarta untuk Tangkal Ancaman yang Ganggu Stabilitas Negara
TNI Angkatan Darat memastikan pengerahan pasukan di Jakarta adalah bagian dari kesiapsiagaan menghadapi ancaman yang ganggu stabilitas negara. Hal ini diungkapkan Kepala Dinas Penerangan Angkatan Darat (Kadispenad) Brigjen TNI Donny Pramono kepada wartawan di Jakarta, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.































































































