INTERNASIONAL

Israel dan Lebanon Capai Kesepakatan Maritim

Israel dan Lebanon Capai Kesepakatan Maritim
Ladang Gas di Laut Mediterania Timur (Dok. Reuters)

IDM - Israel mencapai kesepakatan dengan Lebanon terkait sengketa perbatasan maritim sekaligus ladang gas bagi kedua negara, Selasa (11/10). Hal ini merupakan pencapaian bersejarah yang dapat meningkatkan produksi gas alam di Laut Mediterania Timur.

Dilansir dari Gov.il, sebuah laman resmi pemerintah Israel, Selasa (11/10), Perdana Menteri Israel Yair Lapid mengatakan bahwa “Kami mencapai kesepakatan bersejarah untuk menyelesaikan sengketa maritim dengan Lebanon.”

Dalam kesepakatan antara Israel dan Lebanon, diatur tentang demarkasi perbatasan antara kedua negara. Kesepakatan itu dimaksudkan untuk menyelesaikan sengketa wilayah di laut Mediterania timur, sebuah wilayah kaya akan gas incaran Lebanon. Di sisi lain, Israel sudah memproduksi gas alam di salah ladang gas disana. Sehingga, kesepakatan itu diharapkan dapat menjadi awal dari produksi gas alam di Karish dan Qana yang diperkirakan menampung sebanyak 2-3 triliun kaki kubik gas alam dan 44 juta barrel.

Yair Lapid menegaskan bahwa “Kesepakatan itu akan memperkuat keamanan Israel, membantu perekonomian Israel dan memastikan stabilitas perbatasan utara kami.”

Kesepakatan ini berupakan hasil dari upaya negosiasi selama beberapa bulan terakhir yang di tengahi oleh Amerika Serikat. Presiden AS Joe Biden memuji diplomasi antara Israel dan Lebanon terkait komitmen yang telah disepakati bersama. Joe Biden juga akan memfasilitasi hal-hal yang diperlukan dalam ratifikasi perjanjian tersebut. “Perjanjian ini akan menyediakan pengembangan bidang energi untuk kepentingan kedua negara, menyiapkan panggung untuk kawasan yang lebih stabil dan makmur, dan memanfaatkan sumber daya energi baru yang vital bagi dunia. Amerika Serikat tetap siap untuk memfasilitasi penyelesaian masalah yang mungkin timbul berdasarkan perjanjian, jika diminta oleh para pihak,” ujar Joe, dilansir dari Whitehouse.gov, Selasa (11/10).

Harapan untuk mengeksplorasi gas di Laut Mediterania Timur merupakan salah satu upaya bagi Israel dan Lebanon untuk mencari solusi alternatif atas melonjaknya harga gas akibat ketidakstabilan keamanan di Eropa, sekaligus meningkatkan kemandirian energi masing-masing negara. (BP)

PERTAHANAN NASIONAL

Hankam

LIHAT SEMUA
Helikopter Mi 17V5

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD

TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).

INOVASI & ALUTSISTA

Teknologi

LIHAT SEMUA
Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.

VISUAL DISPATCH

In Frame

LIHAT SEMUA
ARSIP & SEJARAH

History

LIHAT SEMUA
Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.