Israel Beri Izin Khusus untuk Indonesia yang Bantu Gaza Via Udara

Jakarta, IDM – Kantor Perdana Menteri Israel memberi izin kepada Indonesia untuk mengirimkan bantuan kemanusiaan melalui jalur udara ke Gaza.
Izin ini terbit meskipun Indonesia merupakan negara dengan populasi Muslim terbesar di dunia dan tidak memiliki hubungan diplomatik dengan Israel.
Kini, Indonesia menjadi salah satu dari sejumlah negara yang ikut serta dalam pengiriman bantuan tersebut.
Baca Juga: Semarak HUT 80-RI, PMPP TNI Gelar Pawai dan Perlombaan Tradisional
"Perdana Menteri Benjamin Netanyahu mengundang semua negara yang meminta bantuan pengiriman makanan melalui udara ke Gaza untuk bergabung dalam upaya kemanusiaan," ujar seorang pejabat diplomatik Israel yang dikutip dari Times of Israel, Senin (18/8).
Dari keterangan IDF, Denmark dan Indonesia menjatuhkan total 161 palet bantuan kemanusiaan di Jalur Gaza. Setiap palet berisi sekitar satu ton makanan.
Bantuan via udara ini mengikuti jejak pesawat dari Yordania, Uni Emirat Arab, Jerman, Belgia, Prancis, Italia, dan Belanda.
Adapun Israel kembali membuka jalur pengiriman bantuan melalui udara sejak 26 Juli 2025.
Baca Juga: Spekulasi Negoisasi Damai, Zelensky: Ukraina Tak Akan Serahkan Wilayah ke Rusia
Kebijakan itu terbit setelah meningkatnya kritik internasional terkait krisis kelaparan yang meluas di Gaza.
Namun, jika dibandingkan dengan bantuan via darat, mekanisme tersebut hanya menyalurkan sebagian kecil.
Bahkan, metode pengiriman udara turut menimbulkan risiko bagi warga sipil. Hal itu lantaran paket bantuan berpotensi jatuh dan menimpa para warga Gaza. (Ykb)
Hankam

Pengerahan 20 Ribu Prajurit TNI AL ke Jakarta: Siaga Ibu Kota dan Latihan di Tanjung Burung
TNI AL mengerahkan sebanyak 20.980 prajurit ke wilayah DKI Jakarta dan daerah penyangga. Pengerahan skala besar ini berfungsi untuk mempertebal pengamanan objek vital sekaligus mempersiapkan rangkaian latihan pendaratan amfibi.
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.































































































