Invasi Rusia ke Ukraina, Permintaan Rudal Pertahanan Meningkat

Jakarta, IDM – Perusahaan Amerika Serikat Lockheed Martin mengatakan bahwa permintaan sistem pertahanan rudal telah meningkat sejak invasi Rusia ke Ukraina. Chief Executive Officer (CEO) Lockheed Martin Jim Taiclet mengatakan, perusahaannya kini menerima banyak permintaan untuk Terminal High Altitude Area Defense (THAAD) dan Patriot Advanced Capability (PAC-3).
"Kami mendapat sinyal permintaan untuk THAAD dan PAC-3 dari seluruh dunia," kata Jim Taiclet dikutip dari Reuters, Kamis (21/4).
Taiclet juga menjelaskan bahwa serangan rudal Rusia ke rumah sakit dan fasilitas publik lainnya di Ukraina telah membuka mata badan pertahanan negara di seluruh dunia terkait pentingnya sistem pertahanan rudal.
"Terutama ketika Anda melihat rudal menghantam rumah sakit dan situasi seperti itu, dan stasiun kereta api di Ukraina," imbuh Taiclet.
Terminal High Altitude Area Defense (THAAD) adalah sistem pertahanan rudal milik Amerika Serikat yang dapat menjatuhkan rudal balistik jarak pendek, medium dan menengah ditahap terminal atau dekat. Sistem Rudal THAAD pertama kali diproduksi tahun 2008.
Sementara itu, sistem pertahanan Patriot Advanced Capability-3 (PAC-3) adalah peningkatan dari PAC-2 yang digunakan selama Perang Teluk Persia untuk melawan rudal-rudal Irak. Patriot PAC-3 digunakan oleh Angkatan Darat Amerika bersama dengan peluncur rudal pertahanan udara jarak jauh PAC-2
Meski mengakui adanya peningkatan pesanan, namun menurut laporan, pendapatan kuartalan Lockheed Martin mengalami penurunan sebesar 5,7 persen. (ADT)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.































































































