Intelijen Daerah jadi Garda Depan Tangkal Disinformasi dan Radikalisme Digital

Jakarta, IDM – Ancaman terhadap keamanan nasional kini semakin banyak bermigrasi ke ruang digital.
Penyebaran ujaran kebencian, disinformasi, hingga propaganda radikal melalui media sosial dinilai menjadi ancaman nyata yang dapat mengganggu ketahanan ideologi, memperlemah kohesi sosial, dan mengancam stabilitas nasional apabila tidak diantisipasi sejak dini.
Wakil Ketua Komisi I DPR RI Dave Laksono menekankan pentingnya memperkuat peran intelijen daerah sebagai garda terdepan dalam sistem peringatan dini terhadap berbagai ancaman digital yang terus berkembang.
Menurutnya, transformasi teknologi informasi telah menciptakan medan baru dalam menjaga keamanan nasional, di mana perang narasi dan manipulasi informasi menjadi bagian dari tantangan pertahanan nonmiliter.
Baca Juga: Ketahanan Informasi jadi Benteng Pertahanan Nasional Hadapi Ancaman Hoaks
Dalam kunjungan kerja spesifik ke Yogyakarta, Dave menilai daerah dengan tingkat penetrasi internet tinggi seperti Daerah Istimewa Yogyakarta memerlukan kemampuan intelijen yang semakin adaptif dan responsif dalam membaca dinamika keamanan siber.
DIY, lanjutnya, memiliki karakteristik unik sebagai pusat pendidikan dan intelektual nasional yang dihuni jutaan pelajar dan mahasiswa.
Kondisi tersebut menjadikan Yogyakarta sebagai ruang tumbuhnya ekosistem digital yang dinamis, namun pada saat yang sama rentan terhadap infiltrasi narasi negatif, ujaran kebencian, serta penyebaran informasi yang menyesatkan.
Karena itu, penguatan kapasitas Badan Intelijen Negara Daerah (BINDA) DIY dalam melakukan pemantauan, analisis, dan mitigasi ancaman digital dinilai menjadi kebutuhan strategis.
Intelijen daerah tidak lagi hanya berfungsi mengumpulkan informasi, tetapi juga dituntut mampu mendeteksi secara dini pola penyebaran disinformasi, provokasi, maupun aktivitas digital yang berpotensi mengganggu stabilitas keamanan.
Selain peningkatan kemampuan intelijen, Dave menegaskan bahwa strategi pertahanan digital nasional harus dibangun melalui pendekatan yang lebih komprehensif.
Baca Juga: Kendaraan Dinas hingga Anggaran Operasional jadi Tantangan Pembinaan Teritorial
Salah satunya dengan memperkuat literasi digital masyarakat dan membangun strategi kontra-narasi terhadap berbagai konten yang mengandung kebencian, intoleransi, serta paham radikal.
“Ruang digital saat ini menjadi salah satu medan strategis yang harus dijaga. Ancaman yang muncul tidak selalu berbentuk fisik, tetapi dapat menyerang cara berpikir masyarakat dan memecah persatuan bangsa,” ujar Dave.
Dave menilai perang informasi yang terjadi di dunia maya memiliki dampak yang tidak kalah serius dibanding ancaman konvensional.
Narasi yang sengaja dirancang untuk memecah belah masyarakat dapat mengikis kepercayaan publik, memperuncing polarisasi, dan pada akhirnya mengganggu ketahanan nasional.
Dave juga menyoroti pentingnya memperkuat koordinasi lintas sektor antara intelijen, pemerintah daerah, aparat keamanan, lembaga pendidikan, hingga komunitas digital dalam menghadapi ancaman siber yang semakin kompleks.
Sinergi tersebut diperlukan agar upaya deteksi dini dan mitigasi dapat dilakukan secara lebih efektif.
Baca Juga: Langkah Israel di Hebron Ancam Stabilitas Keamanan Kawasan
Selain itu, upaya deteksi dini terhadap penyebaran paham radikal dan intoleransi melalui platform digital menjadi bagian penting dalam menjaga generasi muda dari pengaruh ideologi yang bertentangan dengan nilai-nilai kebangsaan.
“Perlindungan generasi muda harus menjadi prioritas. Platform digital kerap dimanfaatkan sebagai sarana penyebaran paham radikal dan rekrutmen. Karena itu, kemampuan deteksi dini dan penguatan ketahanan ideologi harus terus ditingkatkan,” tegasnya.
Ia menambahkan keberhasilan menjaga ruang digital yang sehat, aman, dan produktif merupakan bagian penting dari upaya memperkuat pertahanan negara.
Pasalnya, ketahanan nasional saat ini tidak hanya ditentukan oleh kekuatan militer, tetapi juga oleh kemampuan bangsa menghadapi ancaman informasi yang dapat memengaruhi pola pikir, persatuan, dan stabilitas sosial masyarakat.
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.































































































