INTERNASIONAL

INS Vikrant, Kapal Induk Terbesar Pertama Buatan India Mulai Beroperasi

INS Vikrant, Kapal Induk Terbesar Pertama Buatan India Mulai Beroperasi
Ilustrasi Kapal Induk buatan dalam negri India INS Vikrant (Dok. India Navy)

IDM - India mengoperasikan kapal induk terbesar buatan dalam negeri pertamanya sebagai upaya untuk menjadi negara dengan industri pertahanan mandiri. Upacara peresmian INS Vikrant digelar untuk memperlihatkan keunggulannya di pantai Kerala, India, Jumat (2/9).

Dilansir dari Pib.gov, sebuah laman resmi pemerintah India, Jumat (2/9), INS Vikrant adalah hasil dari 75 tahun kemerdekaan India dari penjajahan Inggris. Perdana Mentri India Shri Narendra Modi mengatakan bahwa “Vikrant bukan hanya kapal induk perang. Ini adalah bukti kerja keras, bakat, pengaruh, dan komitmen India di abad ke-21.”

INS Vikrant memiliki kemampuan teknologi navigasi, dan pengoperasian mesin otomatis. Vikrant yang berarti “kuat” dalam Bahasa Sansekerta, dirancang dan dibangun selama 13 tahun di galangan kapal Cochin, India. Dengan panjang 262 meter dan lebar 62 meter, kapal ini memiliki 2.200 ruangan yang dapat memuat sekitar 1.600 awak kapal, 30 armada pesawat, termasuk jet tempur dan helikopter. INS Vikrant akan secara penuh beroperasi di Samudera Hindia dan Teluk Benggala pada tahun 2023.

Dilansir dari Indian Navy, Jumat (2/9), pembangunan INS Vikrant menelan biaya sekitar $ 2,5 miliar dan 76 persen komponennya dibeli dari perusahaan lokal serta ditargetkan selesai pada tahun 2017. Meskipun tertunda 5 tahun, INS Vikrant adalah sejarah bagi India karena membuktikan bahwa India tergolong sebagai negara terpilih yang mampu membangun kapal induk seperti itu. “INS Vikrant telah menciptakan kepercayaan diri baru bagi India. Setetes demi setetes air menjadi lautan luas. Demikian pula, jika setiap warga India mulai berprinsip menerapkan prinsip ‘dibuat di India’, maka tidak akan lama lagi India akan mandiri,” ujar Modi. (BP)

PERTAHANAN NASIONAL

Hankam

LIHAT SEMUA
Helikopter Mi 17V5

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD

TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).

INOVASI & ALUTSISTA

Teknologi

LIHAT SEMUA
Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.

VISUAL DISPATCH

In Frame

LIHAT SEMUA
ARSIP & SEJARAH

History

LIHAT SEMUA
Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.