Indonesia Tandatangani Konvensi Siber Perdana PBB

Jakarta, IDM – Indonesia menandatangani Konvensi Siber di Markas Besar PBB, New York, Amerika Serikat, Kamis (24/9). Konvensi Siber merupakan konvensi pertama di bawah kerangka PBB yang mengatur pencegahan dan pemberantasan kejahatan siber secara global.
Melansir keterangan tertulis Kemlu RI, Jumat (25/9), penandatanganan itu dilakukan oleh Menteri Luar Negeri Sugiono. Indonesia bergabung bersama 90 pihak lainnya yang telah menandatangani Konvensi Siber, dengan tiga di antaranya telah meratifikasi konvensi.
Baca Juga: Inggris akan Beri Dukungan Militer ke Arab Saudi
Konvensi Siber ini juga menjadi dasar pengaturan kerja sama internasional dalam penanganan kejahatan siber lintas negara. Bagi Indonesia, konvensi ini penting untuk memperkuat upaya pencegahan dan kriminalisasi tindak pidana siber di tingkat nasional, sekaligus menjadi dasar bagi penegak hukum RI dalam memperkuat kerja sama internasional guna memerangi kejahatan siber, termasuk penipuan daring (online scam), perjudian daring, dan pornografi anak.
Selanjutnya, pemerintah akan mempersiapkan proses ratifikasi dan langkah-langkah yang diperlukan untuk implementasi konvensi dalam kerangka hukum nasional. Konvensi Siber sendiri mulai berlaku pada hari ke-90 setelah tanggal penyimpanan instrumen ratifikasi, penerimaan, persetujuan, atau aksesi yang ke-40.
Baca Juga: AS, Denmark dan Greenland Tandatangani Kesepakatan Keamanan Arktik
Adapun, Indonesia telah berperan aktif sepanjang perundingan konvensi sejak pembentukan Komite Ad Hoc pada 2019 hingga diadopsinya konvensi pada 24 Desember 2024, baik sebagai negosiator maupun selaku rapporteur melalui Perwakilan RI di Wina, Austria.
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.































































































