INTERNASIONAL

Indonesia Kedepankan Diplomasi Ketahanan di Tengah Dinamika Geopolitik

Menlu RI Sugiono
Menlu RI Sugiono saat PPTM 2026. (Foto: Dok. Spesial)

Jakarta, IDM – Diplomasi Indonesia berdasarkan atas kebijakan bebas aktif yang mengedepankan unsur ketahanan, kesiapsiagaan dan adaptasi di tengah dunia yang semakin keras, kompetitif, serta tidak terprediksi.

Hal itu disampaikan oleh Menteri Luar Negeri (Menlu) RI Sugiono dalam Pernyataan Pers Tahunan Menteri Luar Negeri (PPTM) 2026 di Kemlu, Rabu (14/1).

Baca Juga: Korut Tepis Harapan Korsel untuk Perbaiki Hubungan Bilateral

“Indonesia perlu memperkuat Diplomasi Ketahanan sebagai pilar fundamental Politik Luar Negeri Indonesia yang berangkat dari kebutuhan rakyat dan kepentingan nasional,” tegasnya.

Ia menjelaskan, menjelaskan Diplomasi Ketahanan adalah diplomasi yang adaptif untuk mengelola risiko, menjaga stabilitas, dan memperkuat daya tawar nasional, agar Indonesia tidak sekedar bertahan, tetapi mampu menentukan arah di tengah tekanan global.

“Karena di dunia yang tidak pasti, hanya negara yang kuat di dalam yang akan memiliki daya tawar di luar,” ujarnya.

Diplomasi Ketahanan Indonesia dibangun di atas empat pilar utama, yaitu ketahanan keamanan untuk menjaga kedaulatan; ketahanan ekonomi untuk menopang daya tahan dan daya tawar; ketahanan energi untuk menjamin keberlanjutan; serta ketahanan pangan sebagai fondasi stabilitas nasional.

Baca Juga: Jepang dan Korsel Sepakat Perkuat Hubungan Bilateral

Dalam kerangka kedaulatan dan keamanan, Indonesia terus memperkuat kepastian wilayah melalui penyelesaian batas darat dan maritim. Sepanjang tahun 2025, Indonesia mencatat kemajuan penyelesaian batas dengan Malaysia, Timor-Leste, dan Vietnam, serta menyepakati 7 kerja sama pertahanan dan 16 perjanjian penegakan hukum. Indonesia juga membentuk kemitraan strategis dengan Rusia dan Thailand, serta kemitraan strategis komprehensif dengan Vietnam.

Selain itu, pelindungan WNI juga tetap menjadi pilar utama diplomasi. Sepanjang 2025, Indonesia memulangkan 27.768 WNI dari berbagai situasi krisis, mulai dari konflik bersenjata hingga kejahatan transnasional seperti judi dan penipuan secara daring. (bp)

PERTAHANAN NASIONAL

Hankam

LIHAT SEMUA
Helikopter Mi 17V5

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD

TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).

INOVASI & ALUTSISTA

Teknologi

LIHAT SEMUA
Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.

VISUAL DISPATCH

In Frame

LIHAT SEMUA
ARSIP & SEJARAH

History

LIHAT SEMUA
Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.