INTERNASIONAL

Indonesia Dorong ASEAN Perkuat Arsitektur Ketahanan Bencana

ASEAN
Pembukaan pertemuan ke-48 ASEAN Committee on Disaster Management (ACDM) di Bandung. (Foto: Dok. Kemlu RI)

Jakarta, IDM – Sebagai Ketua ASEAN Committee on Disaster Management (ACDM) tahun 2026, Indonesia dorong negara-negara anggota untuk melangkah dari manajemen pengurangan risiko bencana menuju ketangguhan berkelanjutan.

Hal itu diungkapkan saat pertemuan ke-48 ACDM di Bandung, Selasa (28/7). Sestama BNPB, Rustian menekankan implementasi ASEAN Agreement on Disaster Management and Emergency Response (AADMER) Work Programme 2026-2030 yang berikan manfaat nyata bagi masyarakat.

Baca Juga: Presiden Ukraina-AS Bahas Implementasi Izin Produksi Rudal Patriot

"Ketangguhan berkelanjutan harus menjadi kerangka kerja yang praktis dan lintas sektor bagi aksi ASEAN. Sejalan dengan ASEAN Leaders Declaration on Sustainable Resilience tahun 2023, ketangguhan harus berpusat pada masyarakat serta terintegrasi dalam seluruh sektor dan tiga Pilar Komunitas ASEAN," katanya melansir keterangan tertulis Kemlu RI, Kamis (30/7).

Ia juga dorong penguatan kesiapsiagaan dan koordinasi regional, pemanfaatan data dan teknologi, sistem peringatan dini, serta investasi berkelanjutan untuk penguatan kapasitas lokal.

Selain itu, aksi antisipasi termasuk melalui Aksi Merespons Peringatan Dini (AMPD), dipandang penting agar informasi risiko dapat diubah menjadi tindakan terkoordinasi sebelum dampak bencana meluas. Pengalaman Indonesia diharapkan dapat menjadi praktik baik bagi negara anggota ASEAN, khususnya untuk mendukung mandat ASEAN Socio-Cultural Community Strategic Plan of the ASEAN Community Vision 2045.

Baca Juga: AS-UEA Sepakat Bentuk Satgas AI Militer

Senada, Dirjen Kerja Sama ASEAN Kemlu RI, Ina Krisnamurthi menggarisbawahi pentingnya kerja sama ASEAN dengan para mitra negara dan organisasi internasional. Tanpa kerjasama, ketangguhan berkelanjutan tidak dapat terwujud.

Turut hadir delegasi 9 negara mitra eksternal ASEAN, yaitu Australia, Kanada, Uni Eropa, Selandia Baru, Federasi Rusia, Amerika Serikat, Inggris, Turki, dan Prancis, serta lima organisasi internasional yaitu United Nations Office for the Coordination of Humanitarian Affairs (UNOCHA), United Nations Development Programme (UNDP), International Organization for Migration (IOM), International Federation of Red Cross and Red Crescent Societies (IFRC), dan Asian Disaster Preparedness Center (ADPC).

PERTAHANAN NASIONAL

Hankam

LIHAT SEMUA
Helikopter Mi 17V5

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD

TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).

INOVASI & ALUTSISTA

Teknologi

LIHAT SEMUA
Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.

VISUAL DISPATCH

In Frame

LIHAT SEMUA
ARSIP & SEJARAH

History

LIHAT SEMUA
Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.