INTERNASIONAL

Indonesia Bersama 18 Negara Kecam Peresmian Kedubes Kolombia di Yerusalem

Masjid Al-Aqsa
Masjid Al-Aqsa. (Foto: Dok. Wikimedia)

Jakarta, IDM – Indonesia bersama delapan belas negara lainnya mengecam sekaligus menolak peresmian kedutaan besar Republik Kolombia di Yerusalem. Langkah ini bertentangan dengan resolusi Dewan Keamanan PBB dan merusak upaya internasional untuk mencapai perdamaian yang berdasarkan solusi dua negara.

"Setiap tindakan atau keputusan yang bertujuan untuk mengubah status hukum atau sejarah Yerusalem yang diduduki, atau mengakui kota tersebut sebagai ibu kota Israel, adalah batal demi hukum dan tidak memiliki dampak hukum apa pun," kata Kementrian Luar Negeri (Kemlu) Indonesia dalam pernyataan bersama, dikutip pada Sabtu (17/10).

Baca Juga: Presiden Putin Sebut Rusia Balas Serangan Infrastruktur Ukraina

Dalam pernyataan bersama tersebut, mereka menegaskan bahwa penolakan sejalan dengan resolusi Dewan Keamanan PBB nomor 476 (1980) dan 478 (1980), yang menolak upaya untuk mengubah karakter atau status Yerusalem serta menyerukan kepada negara-negara untuk menarik misi diplomatik mereka dari kota tersebut, yang merupakan bagian dari wilayah Palestina yang diduduki sejak tahun 1967.

Para menteri mendesak Pemerintah Kolombia untuk mempertimbangkan kembali dan membatalkan keputusan tersebut sekaligus memenuhi kewajibannya berdasarkan hukum internasional.

"Pemerintah Kolombia juga didesak untuk menahan diri dari tindakan apa pun yang merugikan hak-hak sah rakyat Palestina, termasuk hak mereka atas negara Palestina yang merdeka dan berdaulat dengan Yerusalem Timur sebagai ibu kotanya," pungkas pernyataan bersama tersebut.

Baca Juga: Presiden Lebanon Desak AS Tekan Israel Berhenti Melakukan Serangan

Adapun, sebanyak 18 negara dalam pernyataan bersama itu merupakan anggota Organisasi Kerja Sama Islam (OKI), yakni Aljazair, Djibouti, Mesir, Yordania, Kuwait, Lebanon, Libya, Malaysia, Oman, Pakistan, Palestina, Qatar, Arab Saudi, Somalia, Sudan, Suriah, Turki, dan Yaman.

OKI didirikan setelah insiden pembakaran Masjid Al-Aqsa di Yerusalem pada 1969. Peristiwa itu mendorong para pemimpin negara Muslim untuk membentuk wadah kerja sama internasional dalam melindungi tempat-tempat suci Islam sekaligus memperkuat solidaritas negara-negara Muslim di dunia.

PERTAHANAN NASIONAL

Hankam

LIHAT SEMUA
Helikopter Mi 17V5

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD

TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).

INOVASI & ALUTSISTA

Teknologi

LIHAT SEMUA
Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.

VISUAL DISPATCH

In Frame

LIHAT SEMUA
ARSIP & SEJARAH

History

LIHAT SEMUA
Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.