India Bantah Amunisinya Masuk ke Ukraina

Jakarta, IDM – Kementerian Luar Negeri (Kemlu) India membantah laporan yang mengatakan bahwa pihaknya gagal mencegah senjata buatan India untuk digunakan dalam perang Ukraina melawan Rusia.
Pada Kamis (19/9) lalu, Reuters melaporkan bahwa peluru artileri yang diproduksi India telah ditransfer oleh pembeli Eropa ke Ukraina. Laporan itu menyebut kegiatan transfer amunisinya telah berlangsung selama lebih dari setahun. Italia dan Republik Ceko disebut termasuk di antara negara-negara Eropa yang mengirimkan amunisi India ke Ukraina.
Baca Juga: Cina Tak Ragu Beri Tanggapan Tegas di Laut Cina Selatan
"Kami telah melihat laporan Reuters. Laporan itu spekulatif dan menyesatkan. Laporan itu menyiratkan pelanggaran oleh India, padahal tidak ada dan, karenanya, tidak akurat dan tidak masuk akal," kata juru bicara Kemlu India, Shri Randhir Jaiswal melalui platform X resminya, dikutip pada Sabtu (21/9).
Lebih lanjut, Jaiswal menegaskan bahwa India selalu mematuhi aturan internasional tentang ekspor barang militer maupun dual use good, barang dengan penggunaan ganda.
"India telah melaksanakan ekspor pertahanannya dengan mempertimbangkan kewajiban internasionalnya terkait nonproliferasi dan berdasarkan kerangka hukum dan peraturan yang kuat, yang mencakup penilaian holistik atas kriteria yang relevan, termasuk kewajiban dan sertifikasi pengguna akhir," jelasnya.
Baca Juga: Serangan Pager di Lebanon Langgar HAM Internasional
Peraturan ekspor senjata India membatasi penggunaan senjata hanya untuk pembeli yang disetujui, dan setiap transfer yang tidak sah dapat membatalkan penjualan di masa mendatang.
Pada bulan Mei lalu, India juga telah memperketat aturan ekspor, yang mewajibkan pembeli memastikan senjata tidak dikirim ke pihak ketiga. (bp)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.































































































