INTERNASIONAL

Imbas Ledakan Pager Hizbullah, Militer Iran Larang Penggunaan Perangkat Komunikasi

Pasukan IRGC (Foto: Dok. Presstv.iran)
Pasukan IRGC (Foto: Dok. Presstv.iran)

Jakarta, IDM – Angkatan Bersenjata Iran (Islamic Revolutionary Guard Corps/IRGC) telah memerintahkan semua anggotanya untuk berhenti menggunakan semua jenis perangkat komunikasi.

Hal itu dilakukan usai ribuan pager dan radio genggam atau walkie-talkie milik anggota Hizbullah meledak di Lebanon, yang menewaskan hampir 40 orang dan melukai 3.000 lainnya, berdasarkan laporan Kementrian Kesehatan Lebanon. Hizbullah meyakini Israel telah menyusupi alat komunikasi itu dengan bahan peledak.

Baca Juga: Rusia Sebut Barat Terobsesi Lawan Rusia

Dilansir dari Reuters, Senin (23/9), dua pejabat militer senior Iran, yang tidak disebutkan namanya, mengatakan bahwa IRGC tengah menginspeksi seluruh perangkat, tidak hanya peralatan komunikasi. Selain produk lokal, perangkat itu sebagian besar impor dari Cina dan Rusia.

Operasi pemeriksaan itu dilakukan karena khawatir perangkat mereka disusupi oleh agen intelijen Israel. Bukan hanya anggota militer, Pemerintah Iran bahkan menyelidiki warganya yang menerima gaji dari Israel.

"Ini termasuk pemeriksaan rekening bank mereka baik di Iran maupun di luar negeri, serta riwayat perjalanan mereka dan keluarga mereka," kata pejabat militer tersebut.

Dua pejabat militer tersebut menolak memberikan rincian tentang bagaimana pasukan IRGC, yang terdiri dari 190.000 personel, akan menjalin komunikasi. Namun, IRGC menggunakan berbagai perangkat komunikasi terenkripsi, termasuk walkie-talkie dan telah berhenti menggunakan pager selama lebih dari dua dekade.

Baca Juga: Analis Sebut Serangan Pager ‘Pukulan Telak’ Tapi Tidak Melemahkan Kekuatan Hizbullah

"Untuk saat ini, kami menggunakan enkripsi ujung ke ujung dalam sistem pengiriman pesan," katanya.

Ia juga menuturkan, IRGC telah menghubungi Hizbullah untuk penilaian teknis, dan beberapa contoh pager maupun walkie-talkie yang meledak telah dikirim ke Iran untuk dianalisa oleh para ahli. (bp)

PERTAHANAN NASIONAL

Hankam

LIHAT SEMUA
Helikopter Mi 17V5

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD

TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).

INOVASI & ALUTSISTA

Teknologi

LIHAT SEMUA
Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.

VISUAL DISPATCH

In Frame

LIHAT SEMUA
ARSIP & SEJARAH

History

LIHAT SEMUA
Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.