ICRC: Pemulangan Jenazah Tawanan Konflik Israel-Hamas Butuh Waktu Lama

Jakarta, IDM – Komite Internasional Palang Merah (ICRC) mengatakan bahwa penyerahan seluruh tawanan yang tewas selama konflik Israel-Hamas merupakan sebuah tantangan besar dan membutuhkan waktu cukup lama.
Pada Senin (13/10), Hamas telah membebaskan seluruh tawanan Israel yang masih hidup. Sebaliknya, Israel juga telah membebaskan sekitar 1.968 orang sebagai bagian dari kesepakatan tahap pertama guna mengakhiri konflik.
Baca Juga: Hampir 2.000 Tawanan Palestina Dibebaskan Israel
Selain tawanan yang masih hidup, Israel juga menuntut agar jenazah tawanan dikembalikan ke Tel Aviv. Namun, sejauh ini hanya empat jenazah yang telah dikembalikan. Lebih dari 20 jenazah lainnya belum dikembalikan dan sebagian belum ditemukan karena sulitnya pencarian dibawah reruntuhan.
"Itu tantangan yang bahkan lebih besar daripada membebaskan orang-orang yang masih hidup. Itu tantangan besar," kata juru bicara ICRC Christian Cardon, melansir Reuters, Selasa (14/10).
Baca Juga: Pose Jempol Prabowo dan Trump Curi Perhatian di KTT Perdamaian Gaza
Carson memperkirakan bahwa seluruh proses pengembalian jenazah ini dapat memakan waktu berhari-hari hingga berminggu-minggu. Bahkan, kemungkinan mereka tidak akan pernah ditemukan. Namun, ia menolak menjelaskan detail lebih lanjut tentang kemungkinan keberadaan para tawanan yang tewas tersebut.
"Saya pikir jelas ada risiko bahwa hal itu akan memakan waktu lebih lama. Yang kami sampaikan kepada para pihak adalah bahwa hal itu harus menjadi prioritas utama mereka," pungkasnya. (bp)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.































































































