INTERNASIONAL

Houthi Serang Markas Militer Yaman, 30 Orang Tewas

Juru bicara militer Houthi Yahya Saree
Juru bicara militer Houthi Yahya Saree (Foto: Dok. X/@Yahya_Saree)

Jakarta, IDM – Houthi meluncurkan rudal ke markas militer Pemerintah Yaman, yang menewaskan 30 tentara dan melukai 15 lainnya. Serangan ini menandai meningkatnya perang saudara selama beberapa pekan terakhir.

Juru bicara militer Houthi, Yahya Saree melalui platform X, Jumat (7/8), mengklaim serangan rudal dan drone itu menyebabkan "tewas dan terlukanya ratusan tentara bayaran musuh Saudi."

Pihak militer Pemerintah Yaman menyatakan bahwa Houthi menembakkan delapan rudal yang menyasar al-Thiniya dan al-Abr di Hadramout serta al-Rouk di Marib.

Baca Juga: Trump Bantah AS Kekurangan Amunisi Akibat Konflik dengan Iran

Melansir Al Jazeera, serangan itu terjadi kemarin sekitar pukul dua siang waktu setempat, yang menghantam markas milik sejumlah formasi militer pemerintah Yaman, yaitu Homeland Shield Forces, Emergency Forces, dan First Military Region di Hadramout.

Homeland Shield Forces, yang dibentuk pada 2022 dengan dukungan Arab Saudi dan berkekuatan puluhan ribu personel, bertugas menjaga wilayah perbatasan Marib-Hadramout serta perbatasan dengan Arab Saudi.

Emergency Forces, yang dibentuk melalui keputusan presiden pada akhir 2025 di bawah pengawasan koalisi pimpinan Arab Saudi, bertugas mengamankan perbatasan darat dan garis depan perlawanan terhadap Houthi di al-Jawf dan Hadramout. First Military Region menyatakan bahwa jumlah korban tinggi karena para prajurit sedang berkumpul untuk mengikuti latihan pagi.

Baca Juga: Korsel: Korut Luncurkan Rudal Balistik ke Laut Timur

Sementara, juru bicara militer Arab Saudi menyatakan bahwa Houthi telah menyerang Najran, kota perbatasan dengan Arab Saudi, yang melukai 11 warga sipil.

Pertempuran antara Houthi yang bersekutu dengan Iran dan pasukan Pemerintah Yaman yang didukung Arab Saudi itu meningkat dalam beberapa pekan terakhir, setelah empat tahun situasi relatif tenang.

Konflik terkini di Yaman bermula pada 2014, ketika Houthi merebut Ibu Kota Yaman, Sanaa. Intervensi militer oleh koalisi pimpinan Arab Saudi dimulai pada tahun berikutnya, namun koalisi itu belum berhasil mengalahkan Houthi sepenuhnya.

Baca Juga: Serangan Houthi Lukai 11 Warga Sipil di Arab Saudi

Eskalasi meningkat ketika Houthi melaporkan bahwa sebuah pesawat Iran, yang membawa delegasi Houthi, telah dicegah untuk mendarat di Bandara Internasional Sanaa.

Kemudian pada 13 Juli, Pemerintah Yaman mengaku telah menyerang Bandara Internasional Sanaa guna mencegah pesawat Iran lainnya mendarat. Lantas, Houthi merespons dengan menyerang Bandara Internasional Abha di Arab Saudi.

Selanjutnya pada 20 Juli, Houthi mengumumkan blokade maritim terhadap Arab Saudi dan mulai menyerang kapal-kapal di Laut Merah. Serangan di salah satu jalur pelayaran tersibuk di dunia itu terjadi di tengah situasi konflik Amerika Serikat (AS) melawan Iran, yang semakin memperburuk koridor minyak dan energi di kawasan tersebut.

PERTAHANAN NASIONAL

Hankam

LIHAT SEMUA
Helikopter Mi 17V5

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD

TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).

INOVASI & ALUTSISTA

Teknologi

LIHAT SEMUA
Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.

VISUAL DISPATCH

In Frame

LIHAT SEMUA
ARSIP & SEJARAH

History

LIHAT SEMUA
Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.