Houthi Klaim Tembak Jatuh Drone MQ-9 di Yaman

Jakarta, IDM – Kelompok Houthi yang berbasis di Yaman mengklaim berhasil menembak jatuh drone MQ-9 buatan Amerika Serikat (AS) yang terbang di negaranya.
Baca Juga: Australia dan Jepang Kecam Tindakan Berbahaya Cina di Laut Cina Selatan
Dilansir dari AP, Senin (9/9), Juru bicara militer Houthi Brigjen Yahya Saree mengatakan bahwa pihaknya menembak jatuh drone MQ-9 di Provinsi Marib, Yaman, wilayah yang kaya akan minyak dan gas. Menurutnya, drone itu diluncurkan AS sebagai bagian dari serangan udara tapi tidak memberikan bukti atas klaim tersebut.
"Houthi terus menjalankan tugas jihad mereka dalam kemenangan bagi rakyat Palestina yang tertindas dan dalam membela Yaman tercinta," kata Saree.
Baca Juga: Diduga Agen Intelijen, Belarusia Tahan Warga Jepang
Houthi telah beberapa kali menjatuhkan drone General Atomics MQ-9 Reaper sejak mereka merebut Ibu Kota Sanaa, Yaman pada 2014. Reaper, yang harganya sekitar $30 juta per unit, dapat terbang pada ketinggian hingga 50.000 kaki (15.240 meter). Drone itu telah diterbangkan oleh militer AS ke Yaman selama bertahun-tahun sebagai bagian dari kontraterorisme. (bp)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.































































































