Houthi Klaim Kuasai Enam Wilayah di Yaman

Jakarta, IDM – Juru bicara militer Houthi, Yahya Saree, mengklaim bahwa operasi militer di Yaman berlangsung sukses. Ia mengklaim telah merebut enam distrik dari pihak lawan, yakni pasukan pemerintah Yaman yang diakui secara internasional sekaligus koalisi pimpinan Arab Saudi.
Baca Juga: Yaman: Houthi Berusaha Paksakan Realitas Baru di Laut Merah
Hal itu ia ungkapkan melalui platform X @Yah_Saree, Jumat (11/9). Operasi militer yang dimulai pada 3 September itu, kata dia, bertujuan untuk mengusir pasukan yang berpihak pada Saudi dari enam distrik di provinsi Taiz dan Hodeidah, sekaligus mengakhiri pengepungan dan agresi bertahun-tahun terhadap Yaman.
Selain merebut total wilayah seluas 5.400 kilometer persegi, ia mengklaim Houthi juga menghantam tujuh brigade militer lawan, dari total 38 brigade. Kelompok militan itu pun berhasil melakukan "pembebasan sejumlah tawanan kita yang telah bertahun-tahun ditahan oleh tentara bayaran musuh Saudi di wilayah pantai barat," katanya.
"[Houthi] berhasil melaksanakan 32 operasi pertahanan udara terhadap pesawat tempur Saudi dan menembak jatuh sembilan pesawat," sambungnya.
Baca Juga: Empat Proyektil Hantam Dua Kapal Tanker Melintasi Oman
Ia menegaskan, lalu lintas pelayaran tetap aman bagi semua pihak kecuali kapal-kapal Arab Saudi. Houthi disebut akan terus menjunjung prinsip "pengepungan dibalas pengepungan dan eskalasi dibalas eskalasi" hingga agresi dihentikan dan blokade terhadap Yaman dicabut.
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.































































































