INTERNASIONAL

Hadiri Peringatan 75 Tahun Kemitraan Indonesia-PBB, Komandan PMPP: Kita Bawa Nilai Perdamaian dan Solidaritas

Mayjen Taufik Budi Santoso
Komandan Pusat Misi Pemeliharaan Perdamaian (PMPP) TNI, Mayjen Taufik Budi Santoso memberikan paparan terkait peran Indonesia dalam misi pemeliharaan perdamaian PBB dalam acara peringatan 75 tahun kemitraan Indonesia-PBB yang digelar di Jakarta, Jumat (24/10). (Foto: Dok. Pen PMPP)

Jakarta, IDM – Pasukan penjaga perdamaian Indonesia merupakan duta bangsa yang membawa semangat kemanusiaan, persaudaraan, dan profesionalisme di setiap penugasan.

Pernyataan tersebut disampaikan Komandan Pusat Misi Pemeliharaan Perdamaian (PMPP) TNI, Mayjen Taufik Budi Santoso saat menghadiri kegiatan peringatan 75 tahun kemitraan Indonesia dan Perserikatan Bangsa-Bangsa serta 80 tahun berdirinya PBB.

Baca Juga: Blokade Penyelundupan Timah, TNI AL Perkuat Operasi dan Latihan dari Laut Jawa hingga Dabo Singkep

“Dari Lebanon hingga Kongo, mereka tidak hanya membawa bendera Merah Putih, tetapi juga nilai-nilai perdamaian dan solidaritas,” ujar Taufik di Jakarta, Jumat (24/10).

Tampil sebagai narasumber dengan materi “Peran Indonesia dalam Misi Pemeliharaan Perdamaian PBB dan Peran Pemuda dalam Perdamaian Global”, ia menegaskan komitmen TNI untuk terus menjaga kehormatan Indonesia di dunia internasional melalui misi perdamaian di bawah bendera PBB.

Hingga tahun 2025, Indonesia menempati posisi kelima terbesar di dunia sebagai negara penyumbang pasukan penjaga perdamaian PBB dengan lebih dari 2.700 personel yang bertugas di berbagai misi, termasuk MONUSCO, UNIFIL, MINUSCA, UNMISS, dan MINURSO.

Melalui kehadirannya, PMPP TNI menegaskan peran aktif Indonesia dalam mendorong perdamaian global serta memperkuat citra bangsa di kancah internasional.

Baca Juga: Tinjau Program Rumah Tidak Layak Huni, Pangdam XVII/Cenderawasih: Wujud Kepedulian TNI

Peringatan ini sekaligus menjadi momentum memperkokoh semangat Garuda Peacekeepers sebagai kontribusi Indonesia dalam menciptakan dunia yang aman, damai, dan harmonis serta sesuai dengan semangat dan cita-cita bangsa indonesia yang tertuang dalam UUD 1945.

Kegiatan yang mengusung tema “Menjaga Dunia, Merajut Harmoni: Peran Indonesia dalam Misi Pemeliharaan Perdamaian” tersebut diselenggarakan oleh Kementerian Luar Negeri RI bekerja sama dengan PBB di Indonesia dan dihadiri sekitar 300 peserta dari unsur pemerintah, korps diplomatik, lembaga internasional, akademisi, perwakilan pejabat utama PMPP TNI serta perwakilan pemuda. (nhn)

PERTAHANAN NASIONAL

Hankam

LIHAT SEMUA
Helikopter Mi 17V5

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD

TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).

INOVASI & ALUTSISTA

Teknologi

LIHAT SEMUA
Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.

VISUAL DISPATCH

In Frame

LIHAT SEMUA
ARSIP & SEJARAH

History

LIHAT SEMUA
Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.