INTERNASIONAL

Hadapi Ancaman Rusia di Arktik, Inggris Lipat Gandakan Jumlah Pasukan ke Norwegia

Pasukan Inggris
Pasukan Inggris Armoured Support Group di Norwegia. (Foto: Dok. Royalnavy.mod.uk)

Jakarta, IDM – Inggris akan meningkatkan jumlah pasukan bersenjata di Norwegia dalam kurun waktu tiga tahun ke depan sebagai bagian dari upaya untuk menghadapi ancaman Rusia di Arktik.

Hal itu diungkapkan oleh Menteri Pertahanan Inggris John Healey, yang mengungkapkan jumlah personel di negara Arktik itu akan meningkat dari sekitar 1.000 menjadi 2.000 orang. Langkah ini dilakukan di tengah kekhawatiran atas meningkatnya aktivitas militer Rusia di Arktik.

Baca Juga: PBB Ungkap Israel Terus Lancarkan Serangan ke Jalur Gaza

"Tuntutan terhadap pertahanan meningkat, dan Rusia merupakan ancaman terbesar bagi keamanan Arktik dan Kutub Utara yang pernah kita lihat sejak Perang Dingin. Kita melihat Putin dengan cepat membangun kembali kehadiran militer di wilayah tersebut, termasuk membuka kembali pangkalan-pangkalan Perang Dingin lama," kata Healey saat mengunjungi Norwegia, melansir laman Pemerintahan Inggris Gov.uk, Rabu (11/2).

"Inggris meningkatkan upaya untuk melindungi Arktik dan Kutub Utara, menggandakan jumlah pasukan yang kita miliki di Norwegia dan meningkatkan latihan bersama dengan sekutu NATO," jelasnya.

Ia bersama sekutu NATO akan bertemu di markas besar aliansi di Brussels besok untuk membahas proposal tersebut. Sebagai bagian dari peningkatan postur militer Inggris, 1.500 Komando Marinir Kerajaan Inggris akan berpartisipasi dalam Latihan Cold Response NATO pada bulan Maret mendatang.

Baca Juga: Ukraina dan Prancis Berencana Produksi Senjata Bersama

Latihan skala besar yang akan digelar di Norwegia, Finlandia, dan Swedia ini dirancang untuk melatih pasukan sekutu menghadapi kondisi Arktik yang ekstrem. Adapun, langkah ini merupakan kelanjutan dari Perjanjian Lunna House antara Inggris dan Norwegia pada Desember tahun lalu.

Nantinya, Inggris dan Norwegia akan mengoperasikan armada kapal perang Type 26 atau fregat pemburu kapal selam, memperluas latihan gabungan di Arktik, dan menempatkan peralatan militer Inggris di Norwegia agar lebih siap menghadapi potensi ancaman. (bp)

PERTAHANAN NASIONAL

Hankam

LIHAT SEMUA
Helikopter Mi 17V5

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD

TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).

INOVASI & ALUTSISTA

Teknologi

LIHAT SEMUA
Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.

VISUAL DISPATCH

In Frame

LIHAT SEMUA
ARSIP & SEJARAH

History

LIHAT SEMUA
Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.