Gencatan Senjata Yaman Gagal Diperpanjang

IDM - PBB mengatakan pihak-pihak yang bertikai di Yaman gagal mencapai kesepakatan untuk memperpanjang gencatan senjata yang sudah berlangsung selama 6 bulan, karena tidak ada perjanjian yang disepakati sebelum batas waktu yang ditetapkan, Minggu (2/10).
Dilansir dari OSESGY, sebuah laman resmi Komisi Khusus PBB, Minggu (2/10), mengumumkan penyesalan atas gagalnya kesepakatan untuk memperpanjang gencatan senjata dan medesak semua pihak yang terlibat untuk terus berusaha mencari jalan damai serta menghindari segala tindakan provokasi. Dalam pengumuman tersebut, utusan khusus PBB untuk Yaman Hans Grundber mengatakan bahwa “Saya mendesak mereka untuk memenuhi kewajiban mereka kepada rakyat Yaman untuk mengejar setiap jalan perdamaian. Yaman membutuhkan diakhirinya konflik melalui proses politik yang inklusif dan penyelesaian yang dinegosiasikan.”
Sejak 2014, Yaman telah dilanda ketidakstabilan ketika Houthi yang bersekutu dengan Iran merebut sebagian wilayah di negara itu, termasuk Ibukota Sanaa. Hingga saat ini, Houthi masih mengendalikan ibu kota serta beberapa wilayah lain meskipun pemerintah Yaman yang bersekutu dengan Arab Saudi telah melakukan berbagai upaya untuk menyelesaikan konflik tersebut. Meskipun begitu, sejak diberlakukannya gencatan senjata yang didorong oleh PBB pada bulan April, konflik itu dapat ditekan dengan hasil yang signifikan terhadap keberlangsungan hidup rakyat Yaman.
Dilansir dari UN, Jumat (30/9), selama enam bulan terakhir, gencatan senjata telah memberikan manfaat dan bantuan yang sangat dibutuhkan termasuk meminimalisir korban konflik di seluruh wilayah Yaman. Selain itu, PBB berhasil membantu normalisasi penerbangan komersial internasional di Ibukota Sanaa untuk pertama kalinya sejak perang terjadi. (BP)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.































































































