Gencatan Senjata Berlangsung Mulus, Hamas-Israel Bertukar Tawanan

Jakarta, IDM – Hamas telah membebaskan 20 tawanan Israel dalam dua gelombang melalui badan internasional Red Cross pada Senin (13/10). Hal ini dilakukan sebagai wujud kesepakatan dengan Israel, berdasarkan tahap pertama rencana guna mengakhiri konflik.
Melansir Al Jazeera, Kementerian Luar Negeri Israel telah mengkonfirmasi nama dari 20 tawanan yang dibebaskan tersebut. Sementara, puluhan bus yang yang membawa tawanan Palestina dari penjara-penjara di Israel juga mulai berdatangan ke Tepi Barat.
Baca Juga: Menlu Sugiono: Indonesia Siap jadi Jembatan Korea Utara ke ASEAN
Berdasarkan kesepakatan, Israel harus membebaskan sekitar 1.968 tawanan Palestina, termasuk 250 yang dijatuhi hukuman penjara seumur hidup. Meskipun pertukaran tawanan sedang berlangsung, waktu pembebasan 28 jasad tawanan Israel masih belum ditentukan.
Di sisi lain, Presiden Amerika Serikat (AS) tengah menghadiri rapat di parlemen Israel atau Knesset. Dalam kesempatan itu, Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu berterima kasih kepada Trump dan nama Presiden AS ke-47 itu akan terukir dalam sejarah umat manusia.
Baca Juga: Presiden Prabowo Bakal Hadiri KTT Perdamaian Sharm El-Sheikh
Konferensi Tingkat Tinggi juga dijadwalkan akan berlangsung di Sharm el-Sheikh, Mesir, yang dihadiri 20 pemimpin negara termasuk Presiden RI Prabowo Subianto. Walaupun Netanyahu disebut tidak akan turut hadir, pertemuan ini bertujuan untuk mewujudkan perdamaian abadi di wilayah tersebut. (bp)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.































































































