Empat Negara Kecam Proyek Perluasan Pendudukan Ilegal Israel

Jakarta, IDM – Inggris, Prancis, Jerman, dan Italia melontarkan kecaman keras terhadap keputusan Israel menerbitkan tender proyek pembangunan hunian bertajuk 'E1' di wilayah Tepi Barat, Palestina.
"Masyarakat internasional telah lama menentang perluasan permukiman ini serta telah menyuarakan kekhawatiran mendalam, baik secara tertutup maupun terbuka. Permukiman E1 akan merusak prospek solusi dua negara dengan memutus wilayah Tepi Barat dan mengganggu kesinambungan wilayah Palestina," tulis pernyataan bersama keempat negara itu, melansir Gov.uk, Jumat (21/8).
Baca Juga: Trump Ancam Hancurkan Ekonomi, Iran Sindir Utang AS
Permukinan Israel di Tepi Barat ilegal berdasarkan hukum internasional. Mereka mendesak Israel untuk segera membatalkan rencana dan menghentikan permukiman ilegal.
Meskipun ada upaya hukum yang diajukan ke pengadilan Israel oleh warga Palestina yang tinggal di wilayah tersebut serta kelompok perdamaian, Kementerian Perumahan Israel menerbitkan tender untuk 1.234 dari total 3.401 unit hunian yang telah disetujui pemerintah Israel pada Agustus ini.
Baca Juga: Ilusi! Israel Bertanggung Jawab atas Kematian Hind Rajab
Keempat negara besar itu pun menghimbau pebisnis untuk tidak turut terlibat dalam proyek E1, yang mencakup area seluas sekitar 12 km persegi di antara Yerusalem Timur dan permukiman Maale Adumim.
"[Para pebisnis] harus menyadari konsekuensi hukum dan reputasi yang mungkin timbul, termasuk risiko terlibat dalam pelanggaran berat hukum internasional," pungkasnya.
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.































































































