INTERNASIONAL

ECOWAS Kirim Delegasi untuk Negosiasi dengan Pemimpin Militer di Nigeria

Ilustrasi tentara Nigeria
Ilustrasi tentara Nigeria. (Foto: Dok. Africa News)

Jakarta, IDM - Blok ekonomi Afrika Barat atau ECOWAS akan mengirim delegasi ke Nigeria untuk bernegosiasi dengan para perwira militer yang merebut kekuasaan Presiden Bazoum melalui kudeta pada beberapa waktu lalu. Hal itu dilakukan sebagai upaya mengembalikan sistem konstitusional dan perdamaian di negara tersebut.

Dilansir dari Al Jazeera, Kamis (3/8), Abdel-Fatau Musah, komisioner ECOWAS untuk urusan politik, perdamaian dan keamanan mengatakan bahwa pihaknya menuntut agar kudeta militer segera dihentikan. Menurutnya, opsi militer merupakan 'pilihan terakhir' yang akan diambil jika negosiasi tidak berjalan sesuai rencana.

Baca Juga: Khawatir Digunakan Untuk Perang, Cina Perketat Ekspor Drone Sipil

"Opsi militer adalah pilihan terakhir, kita harus bersiap untuk kemungkinannya. Kita harus bisa menunjukkan bahwa kita tidak hanya menggonggong tapi juga bisa menggigit," kata Musah.

Delegasi ECOWAS ke akan dipimpin oleh mantan Presiden Nigeria Abdulsalami Abubakar, yang akan bernegosiasi dengan pemimpin militer di Ibu Kota Niamey. Namun, tidak dijelaskan lebih lanjut terkait pertemuan tersebut.

Baca Juga: Ukraina Sebut Rusia Dalang Kudeta Militer di Nigeria

Senada, dalam pernyataan terpisah, Perserikatan Bangsa-bangsa (PBB) menegaskan posisi mereka yang mendukung upaya damai di Nigeria. Namun, beberapa pihak disebut tidak segan melakukan intervensi militer demi mengembalikan situasi demokratis seperti semula.

“Waktu satu minggu ini bisa lebih dari cukup jika semua orang berbicara dengan itikad baik, jika semua orang ingin menghindari pertumpahan darah. Namun, negara-negara anggota yang berpandangan berbeda sedang mempersiapkan diri untuk menggunakan kekuatan jika diperlukan,” kata Leonardo Santos Simão, Perwakilan Khusus dan Kepala Kantor PBB untuk Afrika Barat dan Sahel. (bp)

PERTAHANAN NASIONAL

Hankam

LIHAT SEMUA
Helikopter Mi 17V5

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD

TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).

INOVASI & ALUTSISTA

Teknologi

LIHAT SEMUA
Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.

VISUAL DISPATCH

In Frame

LIHAT SEMUA
ARSIP & SEJARAH

History

LIHAT SEMUA
Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.