Dukung Kesehatan Masyarakat, Satgas UNIFIL Gelar Medical Campaign

Jakarta, IDM – Force Commander CIMIC Unit XXXI-O/UNIFIL dan Indobatt XXIII-S/UNIFIL menggelar Medical Camp di Deir Siriane, Lebanon Selatan pada beberapa waktu lalu.
Medical Campaign ini menjadi salah satu bentuk implementasi Civic-Military Cooperation (CIMIC) yang secara konsisten dijalankan sebagai bagian dari dukungan terhadap program PBB di Lebanon.
Baca Juga: Korsel-AS Gelar Ulchi Freedom Shield 25
"Kegiatan ini berupa layanan kesehatan dasar serta konsultasi medis bagi masyarakat setempat, dengan tujuan meningkatkan akses kesehatan publik," tulis PMPP TNI melansir keterangan resminya, Selasa (19/8).

Pelayanan medis bersifat preventif dan kuratif diberikan secara langsung kepada masyarakat. Para prajurit dengan penuh empati memberi pelayanan, mulai dari pemeriksaan hingga edukasi singkat kepada para pasien.

Baca Juga: Ruang Damai Terbuka, Utusan Trump: Putin Sepakati Jaminan Keamanan untuk Ukraina
Inisiatif ini juga turut mempererat hubungan antar pasukan penjaga perdamaian UNIFIL dengan pemangku kepentingan dan tokoh masyarakat setempat. (bp)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.































































































