Dorong Kemampuan Manufaktur Komponen CN235-220, PTDI Kerja Sama dengan Industri Teknologi Jerman

Jakarta, IDM – PT Dirgantara Indonesia (PTDI) sepakati framework agreement (FA) dengan Heggemann, perusahaan teknologi kedirgantaraan asal Jerman di sela pameran Indo Defence 2025 Expo & Forum yang berlangsung di JIExpo Kemayoran, Jakarta, pada Rabu (11/6).
Perjanjian ini mencakup kerja sama joint marketing untuk program pengembangan landing gear dan engine air intake untuk pesawat CN235-220. Hal ini bertujuan untuk mendorong kemandirian industri pertahanan nasional, khususnya dalam pembangunan kemampuan manufaktur komponen tersebut secara mandiri di tanah air.
Baca Juga: Rusia-Ukraina Kembali Lakukan Pertukaran Tawanan Perang
Kerja sama ini pun diharapkan dapat mendorong peningkatan tingkat kandungan dalam negeri (TKDN) serta mengurangi ketergantungan terhadap impor komponen, sehingga dapat memperkuat posisi industri kedirgantaraan nasional.
Dokumen FA ini ditandatangani secara simbolis oleh Direktur Niaga, Teknologi & Pengembangan PTDI, Moh Arif Faisal; dan Chief Executive Officer Heggemann, Christian Howe.
Baca Juga: Tambah Anggaran Pertahanan, Kanada akan Capai Target 2% NATO
“Melalui kolaborasi ini, PTDI terus berkomitmen untuk membangun ekosistem dirgantara yang kuat dan mandiri. Kami percaya bahwa sinergi dengan mitra internasional seperti Heggemann akan mempercepat penguasaan teknologi strategis dan menjaga relevansi produk-produk unggulan Indonesia di pasar global," ujar Arif. (bp)
Hankam

Deretan Senjata Tempur Denjaka untuk Operasi Khusus Aspek Laut
Di balik nama Detasemen Jalamangkara (Denjaka), tersimpan daya gempur yang ditopang oleh persenjataan lintas platform. Satuan elite penanggulangan teror aspek laut TNI AL ini mengandalkan beragam senapan dan pistol khusus dari berbagai negara untuk menuntaskan misi di tri-matra.
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.































































































