Disangkal AS, Rusia Laporkan ‘Bom Kotor’ Ukraina ke PBB

IDM - Rusia meminta Dewan Keamanan PBB untuk membahas tuduhan terhadap Ukraina yang berencana menggunakan bom kotor, Selasa (25/10). Rusia menganggap rencana tersebut merupakan tindakan terorisme untuk mengkambinghitamkan Rusia, dalam perang yang telah terjadi selama delapan bulan dengan Ukraina.
Setelah gagal mendapatkan bantuan dari negara-negara barat, Rusia menggunakan platform PBB untuk mengangkat isu tuduhannya terhadap bom kotor Ukraina. Dalam konferensi pers yang dilakukan oleh Deputi Perwakilan Rusia untuk PBB Dmitry Polyanskiy, ia menyatakan Ukraina adalah ancaman berbahaya yang akan melakukan berbagai cara demi menghindari kekalahan, termasuk menggunakann bom kotor.
“Kami menganggapnya sebagai bahaya dan ancaman yang sangat serius. Ukraina memiliki kapasitas dan semua alasan untuk melakukannya karena kita tahu bahwa Zelenskyy ingin menghindari kekalahan dan ingin melibatkan NATO untuk konflik secara langsung dengan Rusia. Hal ini sangat berbahaya tetapi sangat menguntungkan bagi rezim Zelenskyy untuk mempertahankan kekuasannya,” ujar Dmitry, dilansir dari UN Web TV, Selasa (25/10).
Dalam konferensi pers tersebut, Dimitry juga mengatakan bahwa Rusia tidak peduli jika pihak barat menganggap klaim mereka sebagai propaganda. Menurutnya, klaim tersebut bukanlah tidak berdasar karena Rusia telah menugaskan intel rahasia dan menemukan bukti bahwa Ukraina memproduksi bom kotor yang mengandung radioaktif di dua fasilitas nuklir. Oleh karena itu, Rusia akan tetap membawa isu ini untuk meminta tanggung jawab dan mediasi dari Dewan Keamanan PBB demi mencegah Ukraina menggunakan bahan radioaktif saat perang. Rusia juga akan membahas isu ini pada sesi pertemuan Dewan Keamanan PBB pada 27 Oktober mendatang. (bng)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.































































































