Dewan Keamanan PBB Kecam Serangan Rudal Houthi

Jakarta, IDM – Dewan Keamanan PBB mengecam serangan rudal Houthi terhadap Arab Saudi dan kapal-kapal komersial, serta pendaratan pesawat tanpa izin di beberapa bandara Yaman.
Dewan yang beranggotakan lima belas negara, lima anggota tetap dan sepuluh anggota tidak tetap ini menekankan pentingnya menghindari tindakan yang dapat melemahkan upaya perdamaian atau mengancam perdamaian dan keamanan internasional.
Baca Juga: Pakistan, Arab Saudi dan Turki Teken Perjanjian Pertahanan Kolektif
"Anggota Dewan Keamanan mengecam pendaratan pesawat tanpa izin di Bandara Internasional Sana'a pada 3 Juli dan Bandara Hudaydah pada 13 Juli—yang dilakukan tanpa izin maupun persetujuan dari Pemerintah Yaman serta melanggar aturan penerbangan sipil internasional—dan mengecam serangan rudal yang dilancarkan oleh kelompok Houthi terhadap Arab Saudi sejak 13 Juli, serta terhadap kapal-kapal komersial sejak 22 Juli," tulis pernyataan tersebut, yang diunggah Perwakilan Tetap Inggris melalui platform X @UKUN_NewYork, Sabtu (8/8).
Lebih lanjut, dikatakan bahwa pendaratan pesawat itu terjadi tanpa izin dan persetujuan dari Pemerintah Yaman, sekaligus melanggar aturan penerbangan sipil internasional.
"[Dewan Keamanan PBB] menekankan pentingnya menghormati kedaulatan Yaman, termasuk atas wilayah darat dan ruang udaranya, serta menegaskan bahwa seluruh penerbangan menuju bandara-bandara di Yaman harus dikoordinasikan dengan Pemerintah Yaman dan harus mendapatkan izin terlebih dahulu darinya," katanya.
Baca Juga: Houthi Serang Markas Militer Yaman, 30 Orang Tewas
Mereka menyerukan semua pihak untuk mematuhi hukum internasional dan resolusi Dewan Keamanan yang relevan, khususnya Resolusi 2216 yang diadopsi pada tahun 2015, yang melarang pasokan, penjualan, atau pengalihan senjata dan materi, serta bantuan teknis, keuangan, atau bantuan lainnya yang terkait dengan kegiatan militer, kepada individu dan entitas yang ditetapkan oleh Komite Sanksi 2140 Dewan Keamanan, termasuk kelompok Houthi.
Mereka juga mendesak Houthi untuk menahan diri dari tindakan eskalasi dan mendorong agar kembali ke jalur diplomatik untuk mengatasi kekhawatiran sekaligus meredakan ketegangan.
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.































































































