Burkina Faso Pererat Kerja Sama Militer dengan Rusia

Jakarta, IDM - Pemimpin junta militer Burkina Faso Ibrahim Traore, mengatakan telah bertemu dengan delegasi Rusia pada beberapa waktu lalu. Pertemuan itu disebut sebagai langkah awal keduanya dalam memperluas kerja sama militer.
Dilansir AIB, laman media resmi Pemerintah Burkina Faso, Jumat (1/9), Traore melakukan pertemuan dengan Wakil Menteri Pertahanan Rusia Yunus-Bek Yevkurov di ibu Kota Ouagadougou. Pertemuan itu disebut sebagai tindak lanjut dari pembicaraan antara Traore dan Presiden Rusia Vladimir Putin saat KTT Rusia-Afrika di St. Petersburg pada bulan Juli lalu.
Baca Juga: Norwegia Akan Pasok Rudal Anti-pesawat dan Alat Penyapu Ranjau ke Ukraina
“Kami membahas isu-isu yang diangkat dalam pertemuan antara Presiden Burkina Faso dan Federasi Rusia pada KTT Rusia-Afrika di Saint Petersburg. Kami juga membahas kesimpulan dari pertukaran antar menteri yang membidangi pertahanan kedua negara di Rusia,” kata Yevkurov.
Senada, Traore menyebut keduanya berencana bekerjasama di bidang militer seperti pelatihan kadet dan perwira maupun pilot Burkinabe di Rusia. Namun, tidak dijelaskan kapan rencana itu akan diwujudkan. Selain itu, mereka juga membahas berbagai bidang lain yang dianggap strategis.
“Ini (membahas) semua bidang termasuk kerja sama militer dan teknis pertahanan tetapi juga kerja sama di bidang ekonomi, energi nuklir dan segala hal yang dapat mengarah pada kerja sama”, jelas Kolonel Jenderal Younous-Bek EVKUROV.
Baca Juga: Angkatan Laut Inggris Deteksi Kapal Rusia Belayar Dekat Perbatasan
Hubungan Burkina Faso yang dipimpin junta militer dengan Rusia telah menjadi sorotan banyak pihak sejak awal tahun ini, khususnya ketika mereka memutus kerjasama militer dengan pasukan Prancis. Banyak pengamat militer yang berspekulasi keduanya memperdalam hubungan keamanan seperti negara tetangganya Mali.
Sehingga, kunjungan itu membuktikan dugaan bahwa keduanya memang ingin mempererat kerjasama pertahanan. Terlebih, semenjak kematian pemimpin kelompok tentara bayaran Wagner, Yevgeny Prigozhin, Rusia nampak semakin memperkuat hubungannya dengan beberapa negara Afrika. (bp)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.































































































