PARLEMEN

Berita Duka, Kenang Rachmawati Soekarnoputri: Adik Megawati, Pendiri Universitas Bung Karno

Berita Duka, Kenang Rachmawati Soekarnoputri: Adik Megawati, Pendiri Universitas Bung Karno
Berita Duka, Kenang Rachmawati Soekarnoputri: Adik Megawati, Pendiri Universitas Bung Karno

Jakarta, IDM -  Berita duka datang dari keluarga Presiden pertama RI, Soekarno. Putri ketiga Soekarno, Rachmawati Soekarnoputri meninggal dunia di usia yang ke-70 tahun di RSPAD Gatot Soebroto Jakarta, Sabtu (3/7/2021) pagi.

Berita Duka ini datang dari Ketua Harian Partai Gerindra Sufmi Dasco Ahmad . " Telah berpulang kepangkuan Ilahi Ibu Rachmawati Soekarnoputri pada Sabtu (3/7/2021) pagi ini, sekitar pukul 6.15 WIB di RSPAD Gatot Soebroto, Jakarta. " Kata Dasco.

Pada 26 Juni 2021 lalu, Rachmawati dikabarkan positif Covid-19 dan dilarikan ke rumah sakit. "Pada 26 Juni diinfokan bahwa beliau positif Covid-19 dan di rawat di RS," ucap Sufmi. Rachmawati adalah anak Bung Karno dari pernikahannya dengan Ibu Negara pertama, Fatmawati. Adik kandung dari Ketua Umum PDIP, Megawati Soekarnoputri itu lahir di Jakarta, 27 September 1950. Ketika almarhumah ibunya, Fatmawati meninggalkan Istana sebagai protes atas pernikahan Presiden Soekarno dengan Hartini, Rachmawati masih berusia tiga tahun pada 1953. Sejak itu Rachmawati lebih dekat dengan sang ayah.

Dia diasuh oleh ibu angkatnya, Ibu Hadi, wanita asal Solo, Jawa Tengah. Rachmawati kecil menempuh pendidikannya di SD Perguruan Cikini Jakarta. Usai lulus, dia melanjutkan pendidikannya ke SMP Perguruan Cikini dan SMA Santa Ursula Jakarta.

Semula, Rachmawati bercita-cita ingin menjadi dokter namun ia lulus dari SMA jurusan sosial. Akhirnya, ia kuliah di Fakultas Hukum Universitas Indonesia pada tahun 1969.

Yayasan Pendidikan Soekarno dan Universitas Bung Karno (UBK), didirikan Rachmawati Soekarno Putri bersama sejumlah tokoh nasionalis di era kepemimpinan Soeharto. Racmawati pun meraih gelar Magister Hukum di universitas yang dibangunnya pada 2020.

Nama Rachmawati sendiri di dunia politik memang tak sementerang sang kakak, Megawati. Kiprah politik Rachmawati Soekarnoputri baru nampak pada pertengahan tahun 2001.

Saat Forum Nasional melahirkan Partai Persatuan Bangsa Indonesia, Rachmawati dijadikan Calon Presiden oleh partai tersebut walaupun ia bukan termasuk pendiri partai. Satu tahun setelah peristiwa itu barulah Rachmawati mendirikan Partai Pelopor.

Selain itu kiprahnya di kancah politik, dia pernah menjabat sebagai anggota Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres) pada era kepemimpinan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono. Kemudian, Rachmawati juga menjabat sebagai Ketua Umum Partai Pelopor.

Pada Pilpres 2019, Rachmawati mendukung pasangan Prabowo Subianto dan Sandiaga Uno. Dia juga ditunjuk sebagai Wakil Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra pada 2020. Kini, jenazah sedang dipersiapkan untuk langsung dibawa ke San Diego Hills, Karawang, Jawa Barat, dan tidak akan disemayamkan terlebih dahulu di kediamannya. (man)

PERTAHANAN NASIONAL

Hankam

LIHAT SEMUA
Helikopter Mi 17V5

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD

TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).

INOVASI & ALUTSISTA

Teknologi

LIHAT SEMUA
Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.

VISUAL DISPATCH

In Frame

LIHAT SEMUA
ARSIP & SEJARAH

History

LIHAT SEMUA
Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.