Bayi di Kongo diberi Nama Gilang Paska Diselamatkan Prajurit TNI

Jakarta, IDM – Seorang ibu di Republik Demokratik Kongo memberikan nama "Gilang" untuk putranya yang baru ia lahirkan, karena terinspirasi dari prajurit TNI yang membantu menyelamatkan bayinya pada Mei lalu.
Melansir keterangan PMPP TNI, Jumat (4/7), hal ini bermula ketika Sergeant Etienne Suluko selaku anggota Angkatan Bersenjata Republik Demokratik Kongo (FARDC) datang ke Camp POB Komanda, tempat Satgas INDO RDB 39-F/MONUSCO bertugas, pada Jumat (23/5) malam waktu setempat.
Ia datang untuk meminta bantuan darurat karena istrinya mengalami komplikasi saat persalinan. Bayi yang baru lahir mengalami gangguan pernapasan dan membutuhkan oksigen secara intensif. Namun, keterbatasan pasokan listrik di RS Umum Komanda membuat alat bantu napas tidak bisa dioperasikan dengan maksimal.
Baca Juga: AS Klaim Program Nuklir Iran Alami Kemunduran Hingga Dua Tahun
Permintaan bantuan disampaikan langsung kepada Mayor Inf Andrey Satria Wicaksana selaku Danpok Kompi B, melalui Mayor Ckm dr. Lambang K. Bregas, dokter Satgas dari Mainbody Yonif 406/CK. Menyikapi kondisi tersebut, Mayor Andrey segera memerintahkan pengiriman bahan bakar solar untuk menghidupkan genset rumah sakit agar alat bantu oksigen dapat digunakan.
Selain dukungan bahan bakar, bantuan kemanusiaan juga diberikan melalui pembiayaan tabung oksigen yang disalurkan oleh Sertu Gilang Irham Ghifari selaku Bintara Cimic, Sertu Gifty Randa Mamonto selaku Bintara Penerangan, serta keterlibatan langsung dari Pratu Rohmad Hisomad dan Pratu Risky Nanda.
Ketiga prajurit TNI itu segera menuju RS Umum Komanda untuk memberi bantuan secara langsung hingga memastikan kondisi bayi stabil. Sebulan berlalu, Pratu Rohmad berkunjung ke rumah Sergeant Suluko yang berada tidak jauh dari POB Komanda untuk melihat kondisi bayi dan ibunya.
Baca Juga: Tak Kunjung Berhenti, Serangan Israel Tewaskan 25 Warga Palestina di Gaza
Dalam suasana penuh haru dan rasa syukur, Sergeant Suluko menyampaikan bahwa putranya akan diberi nama Gilang sebagai bentuk penghormatan dan ucapan terima kasih kepada Sertu Gilang serta seluruh prajurit TNI atas bantuan dan kepedulian yang telah diberikan.
Aksi kemanusiaan ini menjadi bukti kuat hubungan persaudaraan dan kepercayaan antara Satgas INDO RDB 39-F MONUSCO dengan masyarakat serta aparat lokal dalam menciptakan lingkungan yang damai, aman, dan penuh kepedulian di tengah tantangan penugasan di wilayah misi. (bp)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.































































































