Bantuan Keamanan Senilai $775 dari AS untuk Ukraina

Jakarta, IDM Amerika Serikat memberikan bantuan keamanan senilai $775 juta untuk Ukraina sebagai dukungan dalam menghadapi agresi militer Rusia. Bantuan ini mencakup 15 sistem pesawat tak berawak Scan Eagle untuk meningkatkan kemampuan artileri milik Ukraina.
Dilansir dari Defense.gov yang merupakan situs resmi Kementrian Pertahanan AS, Jumat (19/8), sistem teknologi Scan Eagle tak berawak dan tak bersuara menjadi unggulan utama yang akan memberi Ukraina tambahan intelijen, pengawasan, dan pengintaian yang lebih baik di garis depan.
Sistem Scan Eagle mencakup empat pesawat tak berawak dengan berat hanya 18 kilogram. Pesawat ini diluncurkan oleh katapel dan ketika selesai beroperasi, pesawat akan ditangkap dengan kait bernama Skyhook yang memiliki tiang setinggi 10 sampai 15 meter, sehingga tidak memerlukan landasan pacu untuk peluncuran dan pendaratan. Pesawat ini juga memiliki kamera elektro optikal berwarna dan kamera infrared untuk beroperasi di malam hari untuk memantau posisi dalam waktu yang lama.
Saat ini total kontribusi AS untuk pertahanan Ukraina berjumlah $10,6 miliar sejak Rusia menginvasi pada 24 Februari. Meskipun Ukraina belum melakukan perebutan wilayah kembali sepenuhnya, “tetapi kami melihat melemahnya posisi Rusia secara signifikan di berbagai lokasi,” Ujar Kementrian Pertahanan AS.
AS akan terus bekerja dengan sekutu dan aliansi untuk memberi Ukraina kemampuan tambahan dalam mempertahankan diri dari agresi militer Rusia. (BP)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.































































































